Rupiah Stagnan Di Rp15.699 Usai Rilis Data Inflasi Produsen AS

AKURAT.CO Rupiah ditutup stagnan di level Rp15.699 pada perdagangan Kamis, 12 Oktober 2023 usai rilis data inflasi produsen AS yang menguat.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah banyak dikerek sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, risalah pertemuan terakhir The Fed, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan bahwa sebagian besar pengambil kebijakan bank sentral sepakat bahwa kenaikan suku bunga satu kali lagi akan pantas karena tren inflasi terus jauh di atas target.
"Meskipun demikian, risalah tersebut juga menunjukkan ketidakpastian seputar perekonomian sebagai hal yang mendukung perlu mengambil tindakan secara hati-hati dalam menentukan sejauh mana penguatan kebijakan tambahan yang mungkin tepat," kata Ibrahim dikutip Kamis (12/10/2023).
Baca Juga: Rupiah Turun 46 Poin Ke Rp15.738 Seiring Konflik Berkepanjangan Israel - Hamas
Ditambahkan, minggu-minggu setelah pertemuan bulan September terjadi kenaikan tajam dalam imbal hasil Treasury, dan hal ini disebut oleh sejumlah pejabat Fed sebagai faktor yang memungkinkan mereka mengakhiri siklus kenaikan suku bunga, sehingga merugikan mata uang AS. Penurunan terbatas pada hari Kamis setelah angka inflasi produsen AS pada bulan September lebih kuat dari perkiraan, menciptakan ketegangan menjelang pembacaan harga konsumen di sesi ini.
"Analis memperkirakan angka utama akan naik 3,6% dari tahun lalu dan 0,3% untuk bulan ini, sementara CPI inti, yang tidak termasuk harga makanan dan bahan bakar, diperkirakan akan naik 4,1% dari tahun lalu dan 0,3% dari bulan Agustus," imbuh Ibrahim.
Selain itu, Perekonomian Inggris tumbuh 0,2% pada bulan Agustus, menurut data yang dirilis Kamis pagi, sebagian pulih setelah penurunan tajam 0,6% pada bulan Juli. Pertumbuhan ini mengurangi kemungkinan resesi yang dimulai pada periode Juli-September, dengan ONS menyatakan bahwa perekonomian perlu tumbuh sebesar 0,2% pada bulan September untuk menghindari kontraksi pada kuartal ketiga.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, sentimen datang dari Bank Dunia atau World Bank yang melihat Indonesia perlu melanjutkan menjaga stabilitas makroekonomi untuk tetap dilirik oleh para investor yang cenderung wait and see menjelang Pemilu dan Pilpres 2024.
Tugas Indonesia saat ini harus fokus menjaga stabilitas kebijakan makroekonomi baik fiskal dan moneter saat ini tidak diperlukan untuk mendorong ekspansi siklikal karena ekonomi sudah tumbuh di level 5%, sehingga fokus kebijakan makro adalah terus menjaga stabilitas.
Saat ini pun pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) berhasil menjaga inflasi di level yang terkendali, seiring dengan suku bunga acuan yang terus dipertahankan pada level 5,75% sejak Januari 2023. Menurutnya, hal yang menjadi kunci dalam menarik investor di tengah situasi ini adalah Indonesia harus melanjutkan reformasi struktural.
Misalnya, adanya omnibus law UU Cipta Kerja yang meningkatkan fleksibilitas pasar kerja hingga omnibus law sektor keuangan yang bertujuan unutk mendorong stabilitas serta akses dan inklusi sektor keuangan, salah satunya melalui Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Reformasi struktural yang penting untuk memperdalam kapasitas sisi penawaran, bukan tentang pertumbuhan siklus, namun pertumbuhan struktural.
Selain itu, pemerintah pun masih optimistis untuk menyerap investasi hingga menuju target Rp1.400 triliun sepanjang 2023. Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sepanjang semester I-2023 mencapai Rp678,7 triliun atau 48,5% dari target.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







