Akurat Logo

Wamenkeu: Pemerintah Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau Indonesia

Aris Rismawan | 16 September 2023, 12:45 WIB
Wamenkeu: Pemerintah Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau Indonesia

AKURAT.CO - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan bahwa hilirisasi dan Sustainabilitas menjadi perhatian ke depan untuk menuju ekonomi hijau Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wamenkeu pada Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang diselenggarakan di Bengkul pada Jumat 15 September 2023.

“Hilirisasi akan menjadi transformasi ekonomi Indonesia, tonggak utamanya adalah Sumber Daya Alam (SDA) kita. Tidak ada negara lain yang memiliki sumber daya alam yang sekomplit Indonesia,” kata Wamenkeu Suahasil dikutip Sabtu (16/9/2023).

Baca Juga: Studi BCG Dan AC Ventures: Potensi Ekonomi Hijau RI Capai USD399,5 Miliar Di 2030

Wamenkeu menambahkan, bahwa hilirisasi bukan tentang pelarangan ekspor, tapi salah satu wujud untuk mengolah SDA lebih lanjut di dalam negeri sehingga mampu menciptakan nilai tambah nasional.

Sementara, dari sisi sustanibilitas Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dalam bentuk National Determinde Contribution (NDC), dimana Indonesia telah berkontribusi secara global untuk mengurangi emisi CO2 dengan target pengurangan 31,89% dengan usaha sendiri hingga 43,2% melalui dukungan internasional pada tahun 2030.

Saat ini pemerintah telah menjalankan pajak karbon yang berfungsi untuk memberikan alternatif kepada dunia usaha guna mengurangi emisi karbon, yang bukan hanya untuk mencari penerimaan negara.

“Kita membuat pajak karbon, tapi fungsinya bukan untuk cari penerimaan, tapi untuk memberikan alternatif kepada dunia usaha supaya bisa memenuhi Net Zero Emission (NZE),” ucap Wamenkeu.

Pajak karbon sendiri, merupakan salah satu instrumen yang disiapkan oleh pemerintah untuk mencapai target NDC 2030 dan NZE pada tahun 2060.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.