Studi BCG Dan AC Ventures: Potensi Ekonomi Hijau RI Capai USD399,5 Miliar Di 2030

AKURAT.CO Potensi ekonomi hijau Indonesia mencapai USD399,5 miliar di tahun 2030, berdasarkan studi bertajuk "Catalyzing Indonesia’s Green Growth Potential" oleh AC Ventures dan BCG.
Lauren Blasco dari AC Ventures menjelaskan potensi ekonomi hijau tersebut terdapat pada 3 area utama yakni strategi dan layanan profesional (potensi pasar mencapai USD46 miliar pada 2030), solusi untuk mengoptimalkan intensitas gas rumah kaca (potensi pasar senilai USD350 miliar pada 2030), dan kompensasi emisi (potensi pasar mencapai USD3,5 miliar pada 2030).
"Namun Indonesia juga memiliki potensi besar untuk beralih ke ekonomi hijau. Perubahan ini merupakan peluang bagi startup, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan investor untuk memainkan peran utama dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan dan mengatasi perubahan iklim," kata Blasco dari AC Ventures dikutip Kamis (13/7/2023).
Ditambahkan Blasco dari AC Ventures, Indonesia juga punya potensi besar di dekarbonisasi. Sebagai contoh, permintaan internasional untuk kredit karbon sukarela diperkirakan akan meningkat secara drastic dengan peningkatan sekitar 27% setiap tahun hingga tahun 2030. Saat ini, sekitar 30% dari cadangan karbon dunia terdapat di lahan gambut Indonesia saja.
Ketika bisa mengenalkan sistem perdagangan (bursa karbon) yang melibatkan pelestarian lahan gambut tersebut, Indonesia berpotensi menjadi pelaku utama di pasar yang sedang berkembang ini. Diproyeksikan pasar kredit karbon Indonesia akan tumbuh menjadi 140 juta ton pada 2030, melompat jauh dari 40 juta ton yang diterbitkan dalam dekade terakhir. Dengan harga proyeksi sekitar USD25 per ton, pasar ini sendiri berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar USD3,5 miliar setiap tahun.
"Untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut secara maksimal, Indonesia dapat meningkatkan pendanaan untuk proyek-proyek berkelanjutan, mengembangkan kerangka regulasi yang mendukung, dan mengembangkan tenaga kerja yang terampil di bidang lingkungan. Langkah-langkah ini akan sangat penting bagi Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi yang ambisius pada 2030, sambil tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," imbuh Blasco dari AC Ventures.
Menurut Blasco dari AC Ventures, dalam mengembangkan kerangka regulasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di seluruh sektor ekonomi, penting untuk memastikan transisi yang adil dan mempertimbangkan kepentingan semua pemangku kepentingan dan menciptakan transformasi ekonomi yang adil dan berkeadilan.
Managing Director dan Partner BCG Singapura, Marc Schmidt mengatakan pembangunan ekonomi rendah karbon dan dekarbonisasi terkait akan memberikan peluang bagi para pemangku kepentingan di semua sektor, termasuk sektor UMKM yang besar dan penting di Indonesia. Partisipasi luas dari para inovator akan menjadi sangat penting untuk melaksanakan dan menjaga perubahan yang diperlukan dalam ekonomi Indonesia.
Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan diproyeksi menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050, Indonesia bisa memaksimalkan peluang pertumbuhan hijau di Indonesia sebesar USD400 miliar yang mencakup pendapatan industri dan potensi kompensasi karbon.
Laporan tersebut juga menyoroti potensi bagi usaha skala kecil seperti startup dan UMKM, serta investor dan pemberi pembiayaan untuk mendorong transisi Indonesia. Sebagai contoh, Unravel Carbon, sebuah startup terkemuka yang menyediakan platform dekarbonisasi berbasis SaaS, dan MAKA Motors yang mempercepat adopsi sepeda motor listrik di Indonesia, menjadi contoh nyata dari sektor pertumbuhan ekonomi hijau yang sedang berkembang di negara ini. Sementara itu, usaha seperti Fairatmos membantu pengembang proyek mitigasi karbon dan membangun ekosistem kredit karbon domestik.
Untuk mengatasi kebutuhan akan sumber daya manusia yang signifikan, terutama di ruang startup hijau, Indonesia telah membentuk Badan Manajemen Talenta Nasional untuk mengembangkan dan mempertahankan bakat. Secara bersamaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia sedang mendorong praktik keuangan berkelanjutan, dan bank sentral negara ini telah menjadi anggota Network for Greening the Financial System (NGFS).
"Jalur Indonesia menuju pertumbuhan hijau sudah jelas, namun perjalanan ini akan membutuhkan upaya bersama dari semua sektor. Kami mengajak perusahaan, masyarakat, pemberi pembiayaan, dan investor untuk bergabung bersama kami dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dan adil bagi semua orang," kata Marc.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot



