Akurat

Penawaran Tembus Rp30,9 T, Lelang 7 SUN Oversubscribed 2,37 Kali

Arief.Permana | 25 Juli 2023, 22:03 WIB
Penawaran Tembus Rp30,9 T, Lelang 7 SUN Oversubscribed 2,37 Kali

AKURAT.CO Lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa, 25 Juli 2023 mengalami oversubscribed 2,37 kali. Dari Rp30,99 triliun total penawaran yang masuk, pemerintah menyerap dana sebesar Rp13 triliun.

Direktur Surat Utang Negara, DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan di tengah sikap wait and see investor atas kebijakan FOMC Meeting pekan ini yang diprediksi akan menaikan Fed Fund Rate, jumlah penawaran yang masuk pada lelang hari ini lebih rendah dari lelang sebelumnya namun tetap solid dengan total incoming bids mencapai Rp30,99 triliun atau 2,2 kali dari target indikatif yang telah diumumkan.

Menurut Deni, minat investor pada seri SUN tenor panjang masih solid. Hal ini tercermin dari masih dominannya penawaran pada seri SUN tenor 10 dan 15 tahun dengan jumlah penawaran masuk sebesar Rp19,34 triliun atau 65,69% dari total incoming bids, dan dimenangkan sebesar Rp6,40 triliun atau 49,23% dari total awarded bids. 

"Incoming bids investor asing pada lelang hari ini yang mencapai Rp4,8 triliun, menandakan berlanjutnya capital inflow ke pasar SBN. Mayoritas incoming bids investor asing tersebut, berada pada seri SUN tenor 10 tahun yaitu Rp2,77 triliun atau 57,71 persen dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp2,67 triliun atau 20,5 persen dari total awarded bids," kata Deni dikutip Selasa (25/7/2023).

Ditambahkan, kinerja APBN yang sangat baik sampai dengan semester I-2023, dengan mencatat surplus sebesar Rp152,3 triliun (0,71% PDB) dan outlook defisit APBN 2023 yang lebih rendah dari target awal, menjadi faktor pendukung positif lelang hari ini.

"Seiring dengan kinerja APBN yang sangat baik, para pelaku pasar mengantisipasi potensi penurunan penerbitan SBN. Sehingga, imbal hasil yang disampaikan investor tetap kompetitif. Hal ini ditandai dengan Weighted Average Yield (WAY) pada lelang SUN hari ini yang lebih rendah sebesar 1 sampai 6 bps apabila dibandingkan dengan level WAY lelang sebelumnya," imbuh Deni.

Adapun pertimbangan pemerintah hanya menyerap sebesar Rp13 triliun pada lelang hari ini yakni menimang yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2023, dan kondisi APBN terkini.

"Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2023, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2023," pungkas Deni.

Tambahan informasi, ketujuh seri SUN yang dilelang hari ini adalah SPN03231025 (penerbitan baru), SPN12240725 (penerbitan baru).Selain itu seri FR0095 (pembukaan kembali), FR0096 (pembukaan kembali), FR0098 (pembukaan kembali), FR0097 (pembukaan kembali), dan FR0089 (pembukaan kembali).

Penyerapan terbesar berasal dari lelang SUN seri FR0096 sebesar Rp4,1 triliun dari penawaran yang masuk senilai Rp12,76 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan dari lelang seri tersebut adalah 6,19986%.

Kemudian, penyerapan dana terbesar berikutnya adalah seri FR0095 dengan nominal yang dimenangkan Rp2,35 triliun dari penawaran Rp3,36 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan yaitu 5,89983%.S

Selanjutnya seri FR0098 yang diraup dana Rp2,3 triliun dari penawaran Rp6,57 triliun. Adapun imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri tersebut adalah 6,33992%. Dari seri FR0089, pemerintah meraup dana Rp2,2 triliun dari penawaran Rp3,2 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan yaitu 6,66807%.

Seri FR0097 diserap dana Rp1,3 triliun dari penawaran Rp3,54 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri tersebut adalah 6,41933%. Berikutnya, pemerintah menyerap dana Rp750 miliar dari seri SPN12240725. Penawaran yang masuk dari seri ini adalah Rp1,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 5,37800% .Sementara dari lelang seri SPN03231025 yang mendapatkan penawaran masuk Rp5 miliar, pemerintah memutuskan tidak menyerap dana.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Y