Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2025 Tembus 5,04 Persen

AKURAT.CO BPS mencatat ekonomi Indonesia kuartal III-2025 terhadap kuartal III-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,04%(y-on-y), dibanding 5,12% di kuartal II-2025 dan 4,95% di kuartal III-2024.
Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa pendidikan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59%, disusul jasa perusahaan 9,94% dan jasa lainnya 9,92%
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,91%, disusul pengeluaran konsumi pemerintah 5,49%, pembentukan modal tetap bruto 5,04% dan pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,89%.
Dari sisi pengeluaran, struktur tak banyak berubah dimana masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,14%, diikuti oleh Komponen PMTB sebesar 29,09%, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 23,64%, Komponen PK-P sebesar 7,17%, Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,69% dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,29%.
Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menjelaskan bahwa produk domestik bruto atau PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2025 mencapai Rp6.060 triliun dan atas harga konstan mencapai Rp3.444,8 triliun.
"Ditopang oleh aktivitas domestik dan permintaan luar negeri, ekonomi Indonesia kuartal III/2025 tumbuh sebesar 5,04 persen," ujar Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Secara spasial, perekonomian Indonesia pada kuartal III-2025 mencatat pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).
Kelompok provinsi di Pulau Jawa tetap menjadi kontributor utama terhadap perekonomian, dengan kontribusi sebesar 56,68% terhadap PDB nasional serta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17%.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Membaik
Sementara itu, Ekonom ANZ Research Asia, Krystal Tan menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap stabil pada kuartal IV, sembari menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 menjadi 5,0% dari sebelumnya 4,9% usai data terbaru muncul.
Menurutnya, memang ada penurunan permintaan domestik akibat meningkatnya kerusuhan sosial. Kekuatan ekspor bersih yang menopang pertumbuhan pada kuartal III juga tidak mungkin berlanjut pada periode berikutnya. Dalam jangka pendek, stimulus fiskal diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat.
"Trajektori pertumbuhan Indonesia ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan permintaan domestik," kata Tan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









