Kebijakan Tarif Perdagangan Dorong Sentimen Konsumen AS Anjlok, Ekspektasi Inflasi Tembus Rekor

AKURAT.CO Sentimen konsumen di Amerika Serikat (AS) kembali melemah tajam pada Mei 2025. Data terbaru dari University of Michigan menunjukkan bahwa indeks sentimen awal bulan ini merosot ke level 50,8, turun dari 52,2 pada April.
Hal tersebut menjadi level terendah kedua dalam sejarah survei tersebut, mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap arah perekonomian AS di tengah kebijakan perdagangan yang tidak menentu.
Dikutip dari laman reuters, hampir tiga perempat responden menyebutkan kebijakan tarif secara spontan sebagai faktor utama yang mempengaruhi pandangan mereka terhadap kondisi ekonomi.
Namun menariknya, kekhawatiran tersebut bersifat lintas partai, karena bahkan responden dari kalangan Partai Republik yang umumnya lebih mendukung kebijakan Presiden Donald Trump turut menyampaikan kekhawatiran serupa.
Baca Juga: Inflasi AS Melemah, Harga Pangan Turun Tajam di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
“Jeda sementara dalam kenaikan tarif belum cukup untuk memulihkan keyakinan konsumen dan pelaku usaha dalam merencanakan masa depan mereka,” ujar Direktur Survei Konsumen University of Michigan, Joanne Hsu.
Joanne lebih lanjut menjelaskan bahwa ekspektasi inflasi pun melonjak tajam, konsumen memperkirakan harga barang akan naik sebesar 7,3% dalam 12 bulan ke depan angka tertinggi sejak 1981. Sementara untuk jangka lima hingga sepuluh tahun, ekspektasi inflasi mencapai 4,6%, rekor sejak 1991.
"Meski tekanan harga berdasarkan indeks harga konsumen (CPI) relatif lebih moderat, persepsi publik terhadap inflasi tetap tinggi. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," paparnya.
Meskipun begitu, lanjut Joanne, indeks ekspektasi jangka pendek turun menjadi 46,5 dan indeks kondisi saat ini jatuh ke angka 57,6. Pandangan konsumen terhadap kondisi keuangan pribadi juga melemah drastis, menyentuh titik terendah sejak krisis keuangan global tahun 2009.
Baca Juga: The Fed Masih Waspada, Inflasi AS Belum Sepenuhnya Jinak
"Tentunya dengan kondisi tersebut, secara tidak langsung mencerminkan ketegangan struktural dalam kebijakan ekonomi AS, khususnya terkait pendekatan terhadap tarif dan perdagangan global. Jika ketidakpastian terus berlanjut, bukan tidak mungkin pelemahan konsumsi rumah tangga akan berkontribusi pada perlambatan ekonomi di kuartal mendatang," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








