The Fed Tahan Suku Bunga, Tunggu Kepastian Kebijakan Trump
Demi Ermansyah | 20 Februari 2025, 18:58 WIB

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian kebijakan Presiden Donald Trump, The Federal Reserve (The Fed) memilih untuk menahan suku bunga acuannya. Dalam rapat bulan lalu, The Fed tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50%.
Dimana para pejabat bank sentral AS tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga sampai ada kepastian bahwa inflasi benar-benar turun menuju target 2%.
Ketidakpastian terbesar datang dari kebijakan ekonomi Trump. Sejak kembali menjabat, Trump sudah mengumumkan berbagai rencana besar, termasuk tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, serta potensi penutupan perbatasan AS-Meksiko.
Ketidakpastian terbesar datang dari kebijakan ekonomi Trump. Sejak kembali menjabat, Trump sudah mengumumkan berbagai rencana besar, termasuk tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, serta potensi penutupan perbatasan AS-Meksiko.
Setelah hasil rapat The Fed dirilis, pasar keuangan tidak terlalu bereaksi. Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan bahwa pemangkasan suku bunga pertama dan mungkin satu-satunya diprediksi baru akan terjadi pada Juli 2025.
Dikutip dari Reuters, Kamis (20/2/2025), Kepala Ekonom AS di Oxford Economics, Ryan Sweet menyatakan bahwa The Fed kemungkinan akan menunggu hingga situasi tarif lebih jelas sebelum memberikan panduan lebih lanjut.
Dikutip dari Reuters, Kamis (20/2/2025), Kepala Ekonom AS di Oxford Economics, Ryan Sweet menyatakan bahwa The Fed kemungkinan akan menunggu hingga situasi tarif lebih jelas sebelum memberikan panduan lebih lanjut.
"Jelas dari risalah rapat bahwa pemotongan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat. The Fed kemungkinan akan menunggu hingga ketidakpastian terkait tarif mereda sebelum mengambil langkah lebih lanjut," kata Sweet.
Beberapa pejabat The Fed bahkan mengisyaratkan bahwa mungkin tidak ada banyak ruang untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut, mengingat ketidakpastian yang ada.
Pada Desember lalu, staff The Fed sudah mengubah proyeksi ekonomi mereka, dengan mempertimbangkan kemungkinan kebijakan Trump yang bisa memperlambat pertumbuhan dan meningkatkan inflasi.
Di sisi lain, Trump tampaknya masih agresif dengan kebijakan ekonominya. Selain tarif impor yang tinggi, dia juga mulai mengisyaratkan kebijakan proteksionis lainnya.
Dalam kondisi ini, The Fed memilih untuk berhati-hati. Mereka tidak mau gegabah memangkas suku bunga, apalagi jika inflasi masih bertahan di atas target.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









