Diancam Tarif 25 Persen oleh Trump, Kanada dan Meksiko Tak Gentar
Demi Ermansyah | 21 Januari 2025, 21:17 WIB

AKURAT.CO Rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 25% terhadap barang impor dari Meksiko dan Kanada tak hanya mengundang reaksi ekonomi, tetapi juga memanaskan hubungan politik antarnegara.
Dimana kebijakan yang diambil Trump ini didasarkan pada tuduhannya bahwa kedua negara tetangga Amerika itu gagal mengontrol migrasi ilegal dan penyelundupan narkoba ke AS.
Trump bahkan secara terang-terangan menyebut Kanada sebagai “pelaku penyalahgunaan yang sangat buruk.” Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.
Trump bahkan secara terang-terangan menyebut Kanada sebagai “pelaku penyalahgunaan yang sangat buruk.” Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.
Dalam upaya mendinginkan suasana, Trudeau langsung terbang ke Florida untuk bertemu Trump dan menjelaskan bahwa Kanada telah berusaha maksimal untuk menghentikan arus narkoba dan migrasi ilegal.
Namun, tampaknya penjelasan tersebut belum cukup untuk mengubah pandangan Trump.
Dilansir Bloomberg, Selasa (21/1/2025), ketegangan tersebut juga menyelimuti hubungan AS dengan Meksiko. Pemerintah Presiden, Claudia Sheinbaum menilai kebijakan ini tidak adil dan justru dapat merusak hubungan baik yang telah dibangun melalui perjanjian dagang USMCA.
Dilansir Bloomberg, Selasa (21/1/2025), ketegangan tersebut juga menyelimuti hubungan AS dengan Meksiko. Pemerintah Presiden, Claudia Sheinbaum menilai kebijakan ini tidak adil dan justru dapat merusak hubungan baik yang telah dibangun melalui perjanjian dagang USMCA.
Meksiko bahkan mengambil langkah-langkah konkrit untuk meredakan ketegangan, seperti mengurangi impor dari China dan meningkatkan operasi penyitaan fentanyl.
Namun, sikap keras Trump seolah menjadi pengingat bahwa AS siap bertindak sepihak demi kepentingannya. Bahkan, dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa tarif ini akan menjadi “salah satu dari banyak Perintah Eksekutif pertama saya.”
Namun, sikap keras Trump seolah menjadi pengingat bahwa AS siap bertindak sepihak demi kepentingannya. Bahkan, dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa tarif ini akan menjadi “salah satu dari banyak Perintah Eksekutif pertama saya.”
Ancaman ini menjadi alarm bagi Mexico City dan Ottawa, yang kini harus mempersiapkan strategi menghadapi potensi perang dagang.
Dalam lingkup domestik, kebijakan tersebut juga menuai kritik. Banyak pihak yang menilai langkah ini sebagai upaya Trump untuk memperkuat citra politiknya menjelang pemilihan presiden berikutnya.
Kebijakan populis seperti ini memang sering digunakan Trump untuk menarik dukungan, tetapi dampaknya terhadap stabilitas kawasan justru menimbulkan kekhawatiran.
Ketegangan politik ini turut membawa implikasi serius terhadap hubungan diplomatik di kawasan Amerika Utara. Menteri Keuangan Kanada Dominic LeBlanc mengatakan bahwa pemerintahnya akan terus berbicara dengan AS mengenai isu perbatasan dan keamanan narkoba.
Ketegangan politik ini turut membawa implikasi serius terhadap hubungan diplomatik di kawasan Amerika Utara. Menteri Keuangan Kanada Dominic LeBlanc mengatakan bahwa pemerintahnya akan terus berbicara dengan AS mengenai isu perbatasan dan keamanan narkoba.
Namun, ia juga menegaskan bahwa Kanada tidak akan ragu untuk mengambil langkah tegas jika AS tetap maju dengan tarif tersebut.
Sementara itu, masyarakat internasional memandang kebijakan ini sebagai bentuk lain dari politik proteksionisme yang kian marak di era Trump.
Sementara itu, masyarakat internasional memandang kebijakan ini sebagai bentuk lain dari politik proteksionisme yang kian marak di era Trump.
Meski tujuannya untuk melindungi ekonomi AS, dampak kebijakan ini justru bisa memicu ketegangan lebih luas, baik di bidang ekonomi maupun politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









