Optimisme The Fed Terhadap Penurunan Inflasi dan Stabilitas Ekonomi AS
Demi Ermansyah | 5 Januari 2025, 19:07 WIB

AKURAT.CO Gubernur Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengungkapkan keyakinannya bahwa tingkat suku bunga saat ini cukup restriktif untuk menekan inflasi sesuai target yang ditetapkan The Fed pada tahun 2025. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Asosiasi Bankir Maryland, Jumat (3/1/2025), di Linthicum Heights, Maryland.
“Kami masih punya pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi saya rasa kami tidak perlu seketat sebelumnya untuk mencapai target,” ungkap Barkin melalui lansiran Bloomberg, dikutip Minggu (5/1/2025).
Barkin menjelaskan bahwa ekonomi AS saat ini berada dalam posisi yang cukup baik, berkat belanja konsumen yang kuat dan produktivitas tenaga kerja yang meningkat. Menurutnya, konsumen AS masih mampu menahan tekanan harga, yang menjadi salah satu alasan mengapa inflasi dapat terkendali secara bertahap.
Baca Juga: The Fed Masih Dibayangi Isu Inflasi dan Lapangan Kerja Usai Turunkan Suku Bunga
Selain itu, data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS selama tahun lalu lebih kuat dari yang diperkirakan, meskipun inflasi sedikit lebih tinggi dibanding ekspektasi awal. Hal ini memberikan sinyal positif bahwa kebijakan yang diambil selama ini telah berjalan sesuai jalur.
Namun, Barkin mengingatkan bahwa indikator inflasi pilihan The Fed, yang mencatat kenaikan 2,4% hingga November 2024, masih berada di atas target 2%. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya untuk menekan inflasi masih membutuhkan waktu dan perhatian ekstra.
Pasar tenaga kerja juga menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi AS. Meski tingkat pengangguran naik sedikit ke 4,2% pada November, angka ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan standar historis. Bahkan, penambahan 227.000 pekerjaan di bulan yang sama menunjukkan bahwa perekrutan tenaga kerja tetap solid.
Ia juga menyoroti bahwa pertumbuhan tenaga kerja yang stabil ini berkontribusi pada daya beli konsumen, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi perekonomian. “Keseimbangan pasar tenaga kerja saat ini lebih condong ke perekrutan daripada pemecatan. Ini adalah tanda positif untuk stabilitas ekonomi,” ujar Barkin.
Selain itu, data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS selama tahun lalu lebih kuat dari yang diperkirakan, meskipun inflasi sedikit lebih tinggi dibanding ekspektasi awal. Hal ini memberikan sinyal positif bahwa kebijakan yang diambil selama ini telah berjalan sesuai jalur.
Namun, Barkin mengingatkan bahwa indikator inflasi pilihan The Fed, yang mencatat kenaikan 2,4% hingga November 2024, masih berada di atas target 2%. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya untuk menekan inflasi masih membutuhkan waktu dan perhatian ekstra.
Pasar tenaga kerja juga menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi AS. Meski tingkat pengangguran naik sedikit ke 4,2% pada November, angka ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan standar historis. Bahkan, penambahan 227.000 pekerjaan di bulan yang sama menunjukkan bahwa perekrutan tenaga kerja tetap solid.
Ia juga menyoroti bahwa pertumbuhan tenaga kerja yang stabil ini berkontribusi pada daya beli konsumen, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi perekonomian. “Keseimbangan pasar tenaga kerja saat ini lebih condong ke perekrutan daripada pemecatan. Ini adalah tanda positif untuk stabilitas ekonomi,” ujar Barkin.
Dalam pidatonya, Barkin menyampaikan optimisme bahwa ekonomi AS berada di jalur yang tepat untuk mencapai target inflasi pada tahun 2025. Namun, ia juga menekankan pentingnya bersikap realistis terhadap berbagai tantangan, seperti potensi tekanan harga dari kenaikan upah dan biaya produksi.
Barkin juga mengakui bahwa ada risiko pelaku usaha yang mungkin lebih berani meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen. Hal ini bisa menjadi tantangan tambahan dalam menekan inflasi.
Barkin juga mengakui bahwa ada risiko pelaku usaha yang mungkin lebih berani meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen. Hal ini bisa menjadi tantangan tambahan dalam menekan inflasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 7India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 8Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








