Akurat

Daqing, Ladang Terbesar di China Produksi 6 Miliar Meter Kubik Minyak pada 2024

Hefriday | 4 Januari 2025, 20:22 WIB
Daqing, Ladang Terbesar di China Produksi 6 Miliar Meter Kubik Minyak pada 2024

AKURAT.CO Ladang Minyak Daqing, salah satu basis produksi minyak terbesar di China, mencatatkan pencapaian signifikan pada tahun 2024.

Pada Jumat (3/1/2025), ladang minyak ini mengumumkan bahwa total produksi gas alamnya berhasil menembus angka 6 miliar meter kubik, menunjukkan pertumbuhan stabil selama 14 tahun berturut-turut.

Peningkatan produksi ini mencerminkan peran strategis Ladang Minyak Daqing dalam mendukung kebutuhan energi domestik China.

Baca Juga: Ladang Minyak Terbesar di Libya Ditutup, Saham 5 Emiten Migas Ini 'Ngegas'

Menurut pengelola ladang minyak tersebut, produksi sebesar 6 miliar meter kubik itu mampu memenuhi kebutuhan gas harian hingga 39 juta keluarga dengan rata-rata tiga anggota selama satu tahun penuh. 

Produksi gas alam Ladang Minyak Daqing berasal dari dua basis utama. Basis yang berada di wilayah timur laut China menyumbang sekitar 5 miliar meter kubik gas alam, sementara basis di wilayah barat daya menyumbang tambahan sebesar 1 miliar meter kubik.

Distribusi ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya alam yang tersebar di berbagai wilayah.

Peningkatan kapasitas produksi ini juga didukung oleh penerapan teknologi canggih di sektor eksplorasi dan pengolahan gas alam. Hal ini memastikan Ladang Minyak Daqing tetap kompetitif dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Ditemukan pada tahun 1959 di Provinsi Heilongjiang, Ladang Minyak Daqing memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pionir industri perminyakan modern di China.

Awalnya lebih dikenal sebagai penghasil minyak mentah, ladang ini mulai diversifikasi ke produksi gas alam untuk mendukung transisi energi di negara tersebut.

Selama lebih dari enam dekade, Ladang Minyak Daqing tidak hanya menjadi tulang punggung industri energi China, tetapi juga menjadi simbol kemajuan teknologi di sektor perminyakan.

Kontribusinya terhadap perekonomian nasional sangat signifikan, terutama dalam memenuhi kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.

Peningkatan produksi gas alam di Ladang Minyak Daqing sejalan dengan upaya China untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang lebih tinggi emisi karbonnya, seperti batu bara.

Gas alam, yang dianggap sebagai sumber energi lebih bersih, menjadi bagian penting dari strategi transisi energi negara tersebut.

Langkah ini juga mendukung target China untuk mencapai puncak emisi karbon sebelum tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Ladang Minyak Daqing memainkan peran penting dalam memastikan transisi energi ini berjalan secara bertahap namun signifikan.

Sebagai salah satu ladang minyak terbesar di China, Daqing memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian domestik. Selain memenuhi kebutuhan energi, produksi gas alam juga mendorong pertumbuhan industri hilir, termasuk petrokimia dan pembangkit listrik.

Produksi gas alam yang stabil dan meningkat setiap tahunnya juga membantu mengurangi ketergantungan China pada impor energi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan cadangan yang melimpah, Ladang Minyak Daqing menjadi aset strategis dalam menjamin pasokan energi jangka panjang.

Keberhasilan Ladang Minyak Daqing tidak lepas dari investasi besar dalam teknologi eksplorasi dan produksi. Penggunaan teknologi canggih memungkinkan pengelola untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan cadangan, dan meminimalkan dampak lingkungan.

Inovasi ini tidak hanya memastikan keberlanjutan produksi, tetapi juga menjadikan Ladang Minyak Daqing sebagai model pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan di ladang minyak lainnya di China maupun di luar negeri.

Meskipun pencapaian Ladang Minyak Daqing patut diapresiasi, tantangan tetap ada. Menjaga tingkat produksi yang stabil di tengah fluktuasi pasar energi global, serta memastikan keberlanjutan operasi di era transisi energi, menjadi fokus utama ke depan.

Namun, dengan dukungan teknologi, strategi yang matang, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Ladang Minyak Daqing diyakini dapat terus menjadi pilar penting bagi sektor energi China.

Produksi gas alam sebesar 6 miliar meter kubik pada tahun 2024 menandai keberhasilan Ladang Minyak Daqing dalam menjawab tantangan kebutuhan energi domestik.

Sebagai salah satu basis energi utama di China, ladang ini tidak hanya berkontribusi pada perekonomian nasional, tetapi juga mendukung visi transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa