Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Airlangga: Bisa Tambah Satu hingga Dua Persen Jika ICOR Diperbaiki
Demi Ermansyah | 5 November 2024, 19:51 WIB

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 tercatat sebesar 4,95% secara year on year (yoy), sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,05% yoy.
Meski mengalami perlambatan, pemerintah optimis target 8% dalam jangka panjang masih dapat tercapai dengan upaya konsisten dalam memperkuat sektor-sektor prioritas.
Merespon hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa tujuan pertumbuhan 8% ini ditetapkan guna mempercepat peningkatan lapangan kerja di sektor-sektor strategis.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2024 Melambat ke 4,95 Persen
“Target 8% ini disiapkan untuk mendorong pertumbuhan di seluruh sektor, termasuk pengembangan bidang yang dapat memperluas kesempatan kerja,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Airlangga menambahkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan sektor swasembada pangan dan energi sebagai motor utama pendorong ekonomi.
“Presiden mengarahkan agar swasembada pangan dan energi menjadi prioritas utama. Kedua sektor ini diharapkan dapat menjadi pengungkit yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan memfokuskan perbaikan pada Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi ekonomi.
Dengan memperbaiki ICOR, Airlangga mengungkapkan bahwa hal ini dapat memberikan tambahan 1% hingga 2% dalam pertumbuhan ekonomi nasional. “Jika ICOR kita diperbaiki, kita bisa menambah 1% sampai 2% pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah berharap strategi ini dapat memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di masa depan.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah berharap strategi ini dapat memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








