Menlu Sugiono Ungkap Indonesia Ingin Gabung BRICS, Apa Itu?

AKURAT.CO Indonesia telah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan aliansi kerja sama ekonomi BRICS.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, saat menghadiri KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia, pada 22-24 Oktober 2024.
"Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif. Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum," jelas Sugiono dalam keterangan pers, pada Kamis (24/10/2024).
Menlu Sugiono juga menambahkan bahwa prioritas BRICS sejalan dengan program kerja Kabinet Merah Putih yang mencakup ketahanan pangan dan energi, pengentasan kemiskinan serta pengembangan sumber daya manusia.
Lantas, apa itu BRICS dan bagaimana tujuannya? Simak berikut penjelasannya.
Apa itu BRICS?
Dikutip dari publikasi dari Institut Penelitian Ekonomi Terapan (IPEA) Brasil, BRICS diusulkan oleh Jim O'Neill, kepala ekonom Goldman Sachs dalam studi berjudul “Building Better Global Economic BRICS” pada tahun 2001.
Baca Juga: India Bakal Transaksi Pakai Kripto, BRICS Kian Go Digital
Laporan tersebut menjadi referensi penting bagi para pakar ekonomi, keuangan, bisnis, media, dan akademisi.
Usulan ini kemudian diadopsi ke dalam kebijakan luar negeri Brasil, Rusia, India, dan China pada tahun 2006.
Pada KTT ke-3 pada tahun 2011, Afrika Selatan bergabung, sehingga membentuk akronim BRICS.
BRICS memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan di kancah internasional, pertumbuhan empat negara (sebelum Afrika Selatan bergabung) menyumbang 65 persen dari ekspansi PDB global antara 2003-2007.
Saat awal berdirinya, BRICS tidak dibentuk dalam mekanisme atau kebijakan formal, melainkan sebagai kelompok kolaboratif yang memungkinkan negara anggota untuk menetapkan tujuan bersama.
Keputusan ini diambil setelah pertemuan Menteri Luar Negeri keempat negara di sela-sela Sidang Umum PBB ke-61 pada 23 September 2006.
BRICS menciptakan ruang bagi anggotanya untuk berdialog, berdiskusi, dan berkonsultasi mengenai berbagai isu serta memperluas peluang kerja sama di berbagai sektor.
Selain itu, grup ini juga membahas agenda global, terutama yang terkait dengan ekonomi dan keuangan, dengan tujuan meningkatkan perdagangan dan kerja sama antarnegara anggota.
BRICS telah berkolaborasi dalam berbagai forum, seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Selain itu, BRICS meyakini bahwa peran mereka dalam dunia yang didominasi AS akan semakin kuat jika suara mereka bersatu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








