Akurat Logo

Sinergi Sri Mulyani-Thomas Djiwandono Optimalkan Penerimaan Negara

Demi Ermansyah | 13 September 2024, 14:17 WIB
Sinergi Sri Mulyani-Thomas Djiwandono Optimalkan Penerimaan Negara

AKURAT.CO Thomas A. M. Djiwandono adalah salah satu tokoh penting di Kementerian Keuangan yang dikenal memiliki pemikiran inovatif dan visi yang jelas dalam meningkatkan penerimaan negara.

Sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas dalam perkembangannya berperan aktif dalam mendukung Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Indonesia, untuk menjalankan berbagai program reformasi fiskal dan memastikan stabilitas ekonomi.

Mari kita lihat bagaimana perjalanan karirnya yang gemilang serta sinergi kuatnya dengan Sri Mulyani dalam memajukan Kementerian Keuangan.

Riwayat Karir Thomas Djiwandono

Thomas A. M. Djiwandono merupakan tokoh yang tak asing dalam dunia ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Sebagai bagian dari keluarga yang memiliki latar belakang kuat di sektor keuangan dan pemerintahan.

Tampaknya Thomas mewarisi pemikiran dan wawasan luas dari ayahnya, Syahril Sabirin, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Sebelum bergabung dengan Kementerian Keuangan, Thomas telah meniti karier di berbagai sektor yang memperkaya pengalamannya.
 
 
Mulai dari sektor swasta hingga perbankan. Ia mengawali karirnya dengan bekerja di lembaga keuangan dan investasi ternama, yang memberinya fondasi kuat dalam memahami dinamika pasar global dan lokal. Pengalaman ini sangat berharga ketika ia kemudian beralih ke dunia pemerintahan.

Kepercayaan terhadap Thomas makin besar ketika ia diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pengangkatannya sebagai Wamenkeu adalah bukti bahwa Thomas memiliki kapasitas untuk mendukung Sri Mulyani dalam menjalankan reformasi fiskal yang komprehensif. 
 
Sebagai Wamenkeu, Thomas bertanggung jawab membantu Sri Mulyani dalam berbagai inisiatif strategis di bidang perpajakan, kepabeanan, cukai, hingga PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

Duet Maut

Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani dikenal dengan reputasi globalnya yang gemilang. Dengan latar belakang sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan pencapaian dalam menstabilkan ekonomi Indonesia, Sri Mulyani sangat diakui baik di dalam negeri maupun internasional. 
 
Oleh karena itu sinergi antara Thomas Djiwandono dan Sri Mulyani mampu membawa Kementerian Keuangan ke tingkat yang lebih tinggi, terutama dalam menjalankan reformasi fiskal dan mencapai target-target penerimaan negara.
 
Seperti yang diketahui, salah satu bidang yang menjadi fokus Thomas dan Sri Mulyani adalah reformasi perpajakan. Dimana dalam hal tersebut Thomas mendukung penuh penerapan sistem perpajakan yang lebih modern dan transparan, seperti penguatan sistem coretax yang berbasis digital. Langkah ini sejalan dengan visi Sri Mulyani untuk memperkuat penerimaan negara dan memudahkan masyarakat dalam membayar pajak.

Melalui kerja sama ini, mereka berhasil mengimplementasikan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan, yang merupakan salah satu pilar reformasi besar di Kementerian Keuangan. Thomas turut berperan aktif dalam memastikan implementasi undang-undang tersebut berjalan mulus, terutama dalam memberikan insentif fiskal yang dapat menarik investasi ke Indonesia.

Selain perpajakan, sinergi Thomas dengan Sri Mulyani juga terlihat dalam upaya menjaga stabilitas fiskal Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama dalam mengatasi dampak pandemi terhadap perekonomian. Sri Mulyani, dengan kepemimpinan yang tegas, berhasil menjaga postur fiskal yang sehat meski berada di situasi sulit.

Di sini, Thomas memainkan peran penting dengan berfokus pada optimalisasi penerimaan negara, baik dari pajak, kepabeanan, cukai, maupun PNBP. Bersama Sri Mulyani, Thomas membantu merancang berbagai kebijakan untuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali, sambil tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Di bidang kepabeanan dan cukai, Thomas dan Sri Mulyani bekerja sama dalam memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum. Mereka juga berkolaborasi untuk mengembangkan CEIS (Customs and Excise Information System), yang membantu memodernisasi proses kepabeanan di Indonesia. Langkah ini tak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekspor dan perdagangan internasional.

Sri Mulyani memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Thomas dalam memastikan bahwa penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai bisa lebih optimal. Melalui penguatan pengawasan dan penataan layanan ekspor, sinergi antara Thomas dan Sri Mulyani memberikan dampak positif bagi peningkatan daya saing industri nasional.

Kemudian di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sinergi antara Thomas dan Sri Mulyani juga terlihat jelas. Keduanya mendorong reformasi besar-besaran di sektor ini, termasuk pengembangan sistem  automatic blocking dan penyempurnaan regulasi yang mengacu pada UU No. 8 Tahun 2023 tentang PNBP. 
 
Thomas, dengan dukungan penuh dari Sri Mulyani, bekerja keras untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam dan barang milik negara (BMN) menjadi lebih transparan dan efisien.
 
Sehingga tidak heran apabila kolaborasi antara Thomas Djiwandono dan Sri Mulyani memberikan dampak nyata bagi Kementerian Keuangan dan perekonomian Indonesia. Mereka berdua adalah sosok yang memiliki visi sama dalam memperkuat sistem keuangan negara, dengan fokus pada modernisasi, transparansi, dan efisiensi.
 
Sinergi ini juga menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat, ditambah dengan kolaborasi yang baik, bisa membawa perubahan positif dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
 
Melalui program-program inovatif dan dukungan penuh dari seluruh elemen di Kementerian Keuangan, Thomas dan Sri Mulyani berhasil menunjukkan bahwa mereka adalah duo yang tak hanya visioner, tetapi juga mampu mengeksekusi ide-ide brilian mereka dengan baik.

Soft Landing dalam APBN Transisi 

Dalam dunia penerbangan, soft landing mengacu pada jenis pendaratan pesawat terbang yang berjalan mulu dengan tanpa benturan, hambatan dan gangguan. Sementara dalam ekonomi makro, istilah ini merujuk pada masa transisi siklus atau fase ekonomi yang berjalan mulus.

Seperti diketahui, pada Senin (9/9/2024), Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Sri Mulyani dan Thomas Djiwandono. Pertemuan tersebut, sebagaimana disampaikan Sri Mulyani dalam unggahan IGnya, membahas perkembangan APBN kepada Prabowo

Sri Mulyani melaporkan kepada Prabowo terkait pelaksanaan APBN 2024 dan outlook-nya yang akan ditutup Desember 2024, periode setelah Prabowo menjabat. Melalui laporan ini, diharapkan Prabowo mengetahui detail perkembangan pelaksanaan APBN yang sedang berjalan.

Kemudian Sri Mulyani turut menyampaikan perkembangan pembahasan RUU RAPBN 2025 di DPR dan arahan-arahan Prabowo mengenai berbagai usulan program dan anggaran yang disediakan. Di sisi lain, Prabowo juga memberikan arahan kepada Sri Mulyani agar pemakaian APBN disesuaikan dengan program prioritas pemerintah ke depan. Momen tersebut tentu mampu memberikan sinyak positif ke pasar dan investor tentang prospek perekonomian RI ke depan

"Arahan beliau sesuai program prioritas yang akan dicapai dalam Pemerintahan Baru 2024-2029," tukas Ani, sapaannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.