Akurat

Singgung MBG, Jokowi: Tingkatkan Gizi Anak Sekaligus Berdayakan UMKM

Demi Ermansyah | 16 Agustus 2024, 22:05 WIB
Singgung MBG, Jokowi: Tingkatkan Gizi Anak Sekaligus Berdayakan UMKM

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan bahwa pondasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 akan menjadi pilar utama dalam menjamin kesinambungan melalui penguatan program-program unggulan yang akan dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang.

"APBN 2025 dirancang untuk menjaga 'Stabilitas, Inklusivitas, dan Keberlanjutan' guna meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ucapnya pada saat membaca pidato nota keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8/2024).

Lebih lanjut dirinya menekankan bahwa Indonesia harus tetap melanjutkan reformasi struktural, menjaga kebijakan fiskal yang sehat dan kredibel sekaligus memperkuat kolaborasi antar kebijakan fiskal moneter dan keuangan.

"Kemudian desain belanja, pendapatan, dan pembiayaan dalam APBN 2025 harus dirancang dengan fleksibilitas, sehingga mampu menyediakan ruang fiskal untuk mengantisipasi ketidakpastian dan mendukung keberlanjutan pembangunan, terutama dalam masa transisi pemerintahan," paparnya kembali.

Baca Juga: Jokowi Pede Indonesia Emas 2045 Terwujud Asalkan. . .

Sedangkan untuk sisi strategi jangka pendek akan difokuskan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, penguatan pertumbuhan ekonomi, penguatan kesejahteraan, dan pemerataan antar-daerah. "Tentunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), ditujukan untuk meningkatkan gizi anak sekaligus memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang pada gilirannya akan mendongkrak perekonomian masyarakat di daerah," ucapnya.

Pelaksanaan program MBG ini, lanjut Jokowi, akan dilakukan secara bertahap, dengan penyesuaian berdasarkan kesiapan teknis, kelembagaan, serta tata kelola yang akuntabel. Lalu percepatan melalui program renovasi sekolah, yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan, kualitas pembelajaran, dan keterkaitan pendidikan dengan dunia usaha, serta membangun sekolah unggulan. Selain itu, ekosistem pendidikan yang kondusif juga akan dikembangkan.

"Langkah selanjutnya adalah memperkuat lumbung pangan dan jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas, memastikan ketersediaan pasokan, serta menjaga keterjangkauan harga pangan. Program keempat meliputi peningkatan pembiayaan rumah murah untuk rakyat, yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Strategi terakhir dalam jangka pendek adalah peningkatan permodalan bagi UMKM," katanya.

Sedangkan untuk jangka menengah, tambahnya, strategi akan difokuskan pada percepatan transformasi ekonomi menuju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan."Prioritas pertama adalah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, produktif, inovatif, dan berdaya saing melalui pendidikan bermutu, program MBG, renovasi sekolah, pelayanan kesehatan berkualitas, serta perlindungan sosial," ucapnya.

Prioritas kedua adalah memperkuat hilirisasi dan transformasi hijau guna meningkatkan aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi, rendah emisi, dan berorientasi ekspor. Selanjutnya, kebijakan akan diarahkan untuk meningkatkan inklusivitas dan keadilan guna mencapai kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Prioritas keempat adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur sebagai pendukung transformasi ekonomi, terutama di bidang pendidikan, pangan, energi, dan konektivitas.

Tiga prioritas tambahan dalam jangka menengah ini adalah memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi, meningkatkan ekonomi kreatif dan kewirausahaan melalui pemberdayaan dan akses permodalan bagi UMKM, serta memperkuat pertahanan, keamanan, kemandirian pangan, dan energi."Penguatan nasionalisme, demokrasi, serta penghormatan dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM)," tambah Presiden.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.