AKURAT.CO Bea Cukai China beberapa waktu lalu melaporkan bahwa sektor ekspor negaranya mengalami kenaikan hingga 8,6% di bulan Juni dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sedangkan sektor impor negara Panda tersebut turun hingga 2,3%.
Mengacu kepada laporan Bea Cukai tersebut menandakan bahwa produsen (negara-negara luar) sedang mempercepat pemesanan untuk mengantisipasi tarif dari berbagai mitra dagang yang semakin banyak.
Dilansir Reuters, hasil survei dari beberapa ekonom memperkirakan ekspor akan tumbuh 8,% berdasarkan nilai dan impor akan naik 2,8%, dibandingkan dengan pertumbuhan 7,6% dan 1,8% masing-masing pada bulan sebelumnya.
Namun sayangnya, data lapangan menunjukan bahwa sektor ekspor lah yang semakin menguat, dari perkiraan telah menjadi salah satu dari sedikit titik terang bagi ekonomi yang masih berjuang untuk mendapatkan momentum, meskipun ada upaya resmi untuk merangsang permintaan domestik setelah pandemi.
Namun sayangnya, data lapangan menunjukan bahwa sektor ekspor lah yang semakin menguat, dari perkiraan telah menjadi salah satu dari sedikit titik terang bagi ekonomi yang masih berjuang untuk mendapatkan momentum, meskipun ada upaya resmi untuk merangsang permintaan domestik setelah pandemi.
Baca Juga: Terimbas Sanksi Tarif, Harga Tesla Model 3 Buatan China Naik di Eropa
Meskipun begitu, sektor properti nampaknya masih lesu serta kekhawatiran mengenai pekerjaan dan upah sangat mempengaruhi kepercayaan konsumen.
Dengan semakin banyak negara yang mempertimbangkan untuk memperketat pembatasan barang-barang China, tekanan pada ekspornya untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi pemerintah tahun ini sekitar 5% juga meningkat.
Surplus perdagangan China tumbuh menjadi USD99,05 miliar, dibandingkan dengan perkiraan USD85 miliar dan USD82,62 miliar pada Mei. Amerika Serikat berulang kali menyoroti surplus tersebut sebagai bukti perdagangan yang menguntungkan China.
Pada Mei, Washington menaikkan tarif pada berbagai impor China, termasuk meningkatkan bea masuk pada kendaraan listrik (EV) China menjadi 100%. Brussel minggu lalu mengkonfirmasi akan memberlakukan tarif pada EV juga, tetapi hanya hingga 37,6%.
Eksportir China juga dalam keadaan siaga menjelang pemilu AS pada November, karena salah satu dari dua partai besar mungkin menerapkan pembatasan perdagangan baru. Turki bulan lalu mengumumkan akan memberlakukan tarif tambahan 40% pada EV buatan China, sementara Kanada mengatakan sedang mempertimbangkan pembatasan.
Meskipun begitu, sektor properti nampaknya masih lesu serta kekhawatiran mengenai pekerjaan dan upah sangat mempengaruhi kepercayaan konsumen.
Dengan semakin banyak negara yang mempertimbangkan untuk memperketat pembatasan barang-barang China, tekanan pada ekspornya untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi pemerintah tahun ini sekitar 5% juga meningkat.
Surplus perdagangan China tumbuh menjadi USD99,05 miliar, dibandingkan dengan perkiraan USD85 miliar dan USD82,62 miliar pada Mei. Amerika Serikat berulang kali menyoroti surplus tersebut sebagai bukti perdagangan yang menguntungkan China.
Pada Mei, Washington menaikkan tarif pada berbagai impor China, termasuk meningkatkan bea masuk pada kendaraan listrik (EV) China menjadi 100%. Brussel minggu lalu mengkonfirmasi akan memberlakukan tarif pada EV juga, tetapi hanya hingga 37,6%.
Eksportir China juga dalam keadaan siaga menjelang pemilu AS pada November, karena salah satu dari dua partai besar mungkin menerapkan pembatasan perdagangan baru. Turki bulan lalu mengumumkan akan memberlakukan tarif tambahan 40% pada EV buatan China, sementara Kanada mengatakan sedang mempertimbangkan pembatasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









