Akurat

Jokowi: Masih Ada Bupati Yang Belum Bisa Menjawab Soal Angka Inflasi

Silvia Nur Fajri | 10 Juli 2024, 15:28 WIB
Jokowi: Masih Ada Bupati Yang Belum Bisa Menjawab Soal Angka Inflasi

AKURAT.CO Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keprihatinannya bahwa masih ada sejumlah bupati yang belum mampu menjawab pertanyaan terkait angka inflasi di daerah masing-masing.

Hal ini diungkapkan Presiden saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Rapat Kerja Nasional XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Kemudian, ia menegaskan pentingnya pemahaman bupati mengenai inflasi di daerah mereka. Menurutnya, pengetahuan ini sangat krusial mengingat Presiden selalu menanyakan hal tersebut ketika melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah.

"Setiap kali saya berkunjung ke daerah, saya pasti masuk pasar dan bertanya kepada bupati tentang angka inflasi bulan sebelumnya. Sayangnya, masih ada satu atau dua bupati yang belum bisa menjawab pertanyaan tersebut," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta para bupati untuk lebih proaktif dalam memantau angka inflasi di daerah mereka. Ia menyarankan agar bupati berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebelum menerima kunjungan Presiden.

Baca Juga: Lagi, RI Catatkan Deflasi 0,08 Persen di Juni 2024

"Sebelum saya mengunjungi suatu kabupaten, bupati harus bertanya terlebih dahulu ke BI atau TPID tentang inflasi. Saya pasti akan bertanya tentang harga-harga seperti beras, bawang merah, dan cabai yang sering mengalami kenaikan," jelasnya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa angka inflasi nasional berhasil dikendalikan pada kisaran 2,5% per Juni 2024. Ia memuji capaian tersebut sebagai hasil dari kerja keras dan koordinasi yang baik antara para kepala daerah dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Inflasi terakhir yang bisa kita kendalikan di bulan Juni adalah sebesar 2,5 persen. Hal ini berkat kerja keras bapak ibu sekalian yang rutin rapat dengan Mendagri setiap hari Senin," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tidak lepas dari upaya konsisten dan terencana yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait. Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi adalah hasil dari kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

"Inflasi yang bisa kita kendalikan terakhir di bulan Juni 2,5 persen. Inflasi kita berkat Bapak Ibu sekalian. Yang selalu rapat dengan Mendagri setiap hari Senin, rutin setiap minggu, tapi hasilnya ada," ucapnya.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung kondisi inflasi di negara lain seperti Turki dan Argentina yang mengalami inflasi yang sangat tinggi. Ia menyampaikan bahwa kondisi di Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tersebut. "Kita harus bersyukur bahwa kita bisa menjaga inflasi tetap terkendali. Di negara lain seperti Turki dan Argentina, inflasi mereka sangat mengerikan," ujarnya.

Jokowi berharap agar para bupati dapat terus meningkatkan pemahaman mereka tentang inflasi dan bekerja lebih keras untuk menjaga stabilitas ekonomi di daerah masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa pengendalian inflasi adalah salah satu indikator penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Dengan memahami dan mengelola inflasi dengan baik, para kepala daerah diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.