Akurat

Lagi, Rupiah Turun Tipis Ke Rp15.517 saat Pedagang Menanti Data Nonfarm Payrolls AS

M. Rahman | 8 Desember 2023, 16:53 WIB
Lagi, Rupiah Turun Tipis Ke Rp15.517 saat Pedagang Menanti Data Nonfarm Payrolls AS

AKURAT.CO Rupiah turun tipis 2 poin ke level Rp15.517 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (8/12/2023) saat pedagang menanti rilis data nonfarm payrolls AS hari ini.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditekan sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, data lowongan kerja dan data payroll swasta menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS sedang melemah, sehingga berpotensi menyebabkan data nonfarm payrolls yang lebih lemah untuk bulan November, yang akan dirilis hari ini.

Tanda-tanda pasar tenaga kerja yang melemah akan mengurangi dorongan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama. Pembacaan pada hari Jumat juga terjadi hanya beberapa hari sebelum pertemuan terakhir The Fed untuk tahun ini, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya.

"Namun pasar masih mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kapan The Fed dapat mulai menurunkan suku bunganya pada tahun 2024. Ekspektasi bahwa penurunan suku bunga dapat dilakukan segera setelah bulan Maret 2024 telah mendorong penguatan mata uang Asia dalam beberapa sesi terakhir," kata Ibrahim dikutip Jumat (8/12/2023).

Baca Juga: Rupiah Berbalik Melemah ke Rp15.515 Jelang Rilis Data Nonfarm Payrolls AS

Selain itu, Komentar Ueda, yang disampaikan dalam pidatonya pada hari Kamis, memicu pembalikan tajam spekulasi akan melemahnya yen lebih lanjut, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa BoJ akan mengakhiri rezim suku bunga negatifnya pada tahun 2024.

Hal ini membantu yen memperkuat data sebelumnya yang menunjukkan bahwa perekonomian Jepang menyusut lebih dari perkiraan awal pada kuartal ketiga. Ueda juga mencatat bahwa kebijakan akan tetap longgar dalam jangka pendek untuk tetap mendukung perekonomian Jepang.

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, sentimen datang dari Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2023 meningkat sebesar USD5 miliar menjadi USD138,1 miliar, dibandingkan dengan posisi pada akhir Oktober 2023 yang sebesar USD133,1 miliar.

Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. 

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa