Pertumbuhan Ekonomi AS Kuartal III-2023 Tembus 5,2 Persen, The Fed Segera Turunkan Suku Bunga?

AKURAT.CO Ekonomi AS secara mengejutkan tumbuh sebesar 5,2% di kuartal III-2023 di tengah tren inflasi AS yang terus menerus turun.
Pertumbuhan ekonomi AS tersebut merupakan yang tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Meski demikian, momentum pertumbuhan ekonomi AS telah berkurang lantaran biaya pinjaman yang lebih tinggi membatasi perekrutan dan pengeluaran masyarakat.
Kemudian, laju pertumbuhan ekonomi AS tampaknya juga melebihkan kesehatan ekonomi pada kuartal terakhir. Jika diukur dari sisi pendapatan, aktivitas ekonomi meningkat dengan laju yang moderat.
Baca Juga: Jelang Rilis Sejumlah Data Ekonomi AS, Rupiah Anjok 115 Poin ke Rp15.510
Data kuartalan untuk Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) menunjukkan harga-harga inti, tidak termasuk kategori-kategori yang bergejolak seperti makanan dan energi, tumbuh sebesar 2,3% selama kuartal ketiga, turun dari angka awal sebesar 2,4%. Rilis tersebut menunjukkan inflasi terus melambat menuju sasaran jangka panjang Federal Reserve sebesar 2%.
"Revisi turun inflasi PCE dari rilis PDB terbaru akan menambah keyakinan The Fed bahwa mereka telah cukup menaikkan suku bunga," ujar Kepala ekonom Comerica Bank, Bill Adams, dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (30/11/2023).
Kepala ekonom Eugenio Aleman, Raymond James menggambarkan laporan tersebut sebagai "skenario Goldilocks", yang berarti perekonomian tumbuh dengan kecepatan yang solid namun tidak terlalu cepat sehingga The Fed perlu khawatir bahwa hal ini akan menimbulkan risiko kenaikan terhadap inflasi.
Angka tersebut muncul setelah pernyataan Gubernur Fed Christopher Waller yang membuat investor yakin bahwa penurunan suku bunga akan terjadi lebih cepat dari perkiraan awal. Waller berkata tidak ada alasan bahwa tarif harus tetap sangat tinggi jika inflasi terus menurun secara konsisten.
Pelaku pasar saat ini memproyeksikan 78% kesempatan penurunan suku bunga acuan pada pertemuan The Fed Mei 2024 mendatang. Sebulan sebelumnya, pasar hanya memproyeksikan peluang penurunan suku bunga acuan sebesar 41%.
Sementara itu, setiap data baru akan menjadi kunci ketika AS mencoba untuk tetap berada di jalur ini. PCE bulanan, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada Kamis pagi pukul 08.30 ET waktu setempat atau atau pukul 20.30 WIB. Para ekonom memperkirakan inflasi PCE inti tahunan akan mencapai 3,5% di bulan Oktober.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








