Kepala BKF Sebut Mata Uang RI Masih Terapresiasi Di Tengah Dinamisnya Ekonomi Global

AKURAT.CO Kepala Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan di tengah dinamisnya ekonomi global, kurs nilai mata uang rupiah masih mengalami penguatan atau terapresiasi.
Febrio menambahkan, nilai mata uang rupiah per 17 November 2023 yang sebesar Rp15.431,6 sedang berada di posisi apresiasi dibandingkan dengan akhir tahun 2022 yang sebesar Rp15.542,3. Mengacu data XE, selama periode tersebut rupiah menguat 110 poin atau 0,7%.
“Kurs Indonesia tetap terjaga cukup kuat. Dalam kondisi apresiasi, padahal ada ketidakpastian global,” kata Febrio di Jakarta pada, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga: Berlanjut, Rupiah Naik Tipis 5 Poin Ke Rp15.440
Sementara itu, di saat kenaikan suku bunga kebijakan 500 basis poin dalam kondisi yang sangat cepat tetapi kurs nilai tukar Indonesia tetap terjaga dan sangat kuat.
“Indonesia dalam hal kurs, itu biasanya langsung tertekan sangat signifikan. Akan tetapi, lihat apa yang terjadi kenaikan suku bunga kebijakan 500 basis poin dalam basis poin yang sangat cepat, tetapi bagaimana kurs kita terjaga dengan sangat kuat bahkan saat ini kita sedang berada dalam kondisi apresiasi bukan depresiasi,” ucap Febrio.
Anak buah Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa indikator lain, yang menjelaskan resiliensi ketahanan sektor keuangan nasional juga terlihat dari selisih dari spread suku bunga SBN (Surat Berharga Nasional) 10 tahun rupiah Indonesia dengan US Treasury 10 tahun AS yang jumlah spreadnya mencapai 400 basis poin
“Di tengah ketidakpastian global yang besar, emerging economies biasanya mengalami depresiasi karena modal balik ke dolar AS, Indonesia justru mengalami resiliensi, spread antara 10 tahun SBN kita dengan 10 tahun US Treasury, saat ini berada di sekitar 200-an basis poin,” ungkap Febrio.
Sehingga, dengan kondisi seperti ini menunjukkan kepercayaan investor domestik dan global terhadap kondisi dan stabilitas perekonomian Indonesia yang ditopang dari pertumbuhan ekonomi yang resiliensi dan inflasi yang terjaga
Oleh karena itu, Kemenkeu akan terus menyiapkan strategi bersama otoritas moneter guna menjaga stabilitas ekonomi makro dan memberikan iklim yang kondusif bagi sektor riil agar bisa berkembang dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









