Akurat Logo

Kebut Realisasi Impor Beras, Bulog Gandeng Pelindo Perbanyak Pelabuhan Penerima

Aris Rismawan | 11 November 2023, 20:05 WIB
Kebut Realisasi Impor Beras, Bulog Gandeng Pelindo Perbanyak Pelabuhan Penerima

AKURAT.CO Perum Bulog menggandeng Pelindo untuk mempercepat realisasi beras impor dengan membuka destinasi tambahan pelabuhan penerima agar bisa segera dibongkar dan disalurkan.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso dalam menyampaikan bahwa selama pembongkaran beras impor tersebut, Bulog telah berkoordinasi dan mendapatkan bantuan dari Pelindo.

“Untuk percepatan realisasi impor beras ini, kita langsung tujukan kepada 28 pelabuhan penerima di seluruh Indonesia. Tadinya hanya 17 pelabuhan, namun ditambahkan 11 lagi jadi total 28 pelabuhan penerima,” kata Budi Waseso dikutip dari laman resmi, Sabtu (11/11/2023).

Baca Juga: Bulog Minta Bea Masuk Impor Beras Dihapus, Sultan: Harga Beras Impor Harus Kompetitif

Di tengah situasi yang sangat sulit mendapatkan beras impor, BULOG sudah berhasil mendapatkan kontrak sebesar 1 juta ton dari kuota tambahan penugasan importasi beras dari pemerintah sebanyak 1,5 juta ton guna memperkuat cadangan beras pemerintah.

Lebih merinci, Budi menjelaskan bahwa tambahan kuota impor sebanyak 1,5 juta ton dari pemerintah ini, hanya bisa direalisasikan sebanyak 1 juta ton beras.

Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan waktu dalam proses importasi, mulai dari proses penyiapan komoditasnya, kebutuhan kapal untuk angkutan dari negara pengirim.

“Kita sudah berhasil kontrak sebanyak 1 juta ton, sisanya yang 500 ton tidak bisa carry over karena hanya bisa untuk yang terkontrak tahun ini saja,” ucap Budi.

Sebagai tambahan, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini sebanyak 1,3 juta ton yang siap disalurkan untuk kebutuhan penyaluran sampai tahun depan agar menjaga stabilitas harga beras di masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.