Akurat Logo

Marak Boikot Produk Israel, Begini Dampaknya Ke Ekonomi RI

Deni Muhtarudin | 1 November 2023, 15:45 WIB
Marak Boikot Produk Israel, Begini Dampaknya Ke Ekonomi RI

AKURAT.CO Gerakan boikot produk Israel dan sekutunya, AS kian mencuat setelah serangan Israel ke Palestina semakin membabi buta. Gerakan ini merupakan bentuk dukungan masyarakat dunia untuk Palestina.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang ikut menyerukan boikot produk Israel. Diketahui, ada beberapa merk terkemuka Israel dan AS yang berada di Indonesia, seperti Starbucks, McDonald’s, Coca-Cola, dan lainnya. 

Gerakan boikot produk Israel itu sebelumnya sempat membuat harga saham-saham perusahaan Israel-AS menurun tajam selama beberapa hari lalu. 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Merek F&B Lokal Pengganti Produk Pro Israel

McDonald’s misalnya, dalam enam bulan terakhir mengalami koreksi saham sebesar 12,58%, dimana penurunan paling tajam terjadi pada pekan kedua Oktober 2023, bertepatan dengan dimulainya serangan Israel ke Palestina. 

Gerakan boikot produk Israel pun mendapat berbagai respon dari masyarakat Indonesia. Ada yang menganggap gerakan boikot produk Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, namun tak sedikit juga yang menganggap gerakan itu hanya akan merugikan Indonesia.

Lalu, benarkah gerakan boikot produk Israel dapat berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia? Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (1/11/2023), dampaknya ke perkonomian RI ternyata kecil.

Analis riset Infovesta Kapital Advisory, Arjun Ajwani mengatakan pasar saham Indonesia tidak akan terlalu terpengaruh oleh gerakan boikot produk Israel. Menurutnya, pasar saham Indonesia masih dipengaruhi oleh faktor suku bunga tinggi.

Selain itu, Analis Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora pun mengatakan gerakan boikot produk Israel tidak terlalu berdampak pada Indonesia.

“Dampaknya kecil, itu pun tidak secara langsung menimbulkan pengurangan kunjungan di tenant," kata Andhika, Selasa (31/10/2023).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun menilai gerakan boikot produk Israel sebagai momentum yang positif untuk Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika. 

"Itu akan menjadi momen bagus untuk perkuat pengetatan arus barang impor, terutama impor beberapa produk," ujarnya, Selasa (31/10/2023).

Sebelumnya, gerakan boikot produk Israel merupakan gerakan yang bergerak di bawah bendera Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) yang diinisiasi oleh organisasi sipil masyarakat palestina pada 2005.

BDS bertujuan untuk menekan Israel di ranah ekonomi dan politik agar menghentikan pendudukan di Palestina. 

Awalnya Israel menanggapi gerakan boikot itu dengan santai, namun menurut Ellen Cannon dalam The BDS and Anti-BDS Campaign (Jewish Political Studies Review, 2019), BDS berhasil menjadi alat perlawanan terbaik yang mampu menjelek-jelekkan, mendelegitimasi dan mencela Israel.

Keberhasilan BDS juga dapat dilihat melalui respon pemerintah Israel yang kini menganggap gerakan ini sebagai ancaman yang harus diperhitungkan. Setidaknya ada dua cara Israel untuk melawan gerakan BDS, yaitu melalui propaganda media dan lobi-lobi politik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.