Akurat

Mendag Zulhas Sebut Perundingan Dagang RI–Peru Perlu Dipercepat

Syaiful Bahri | 28 Mei 2023, 14:00 WIB
Mendag Zulhas Sebut Perundingan Dagang RI–Peru Perlu Dipercepat

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan atau Zulhas mengajak Peru untuk meningkatkan komitmen perdagangan dengan Indonesia, yaitu melalui perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Peru CEPA. Menurutnya, hal tersebut penting guna mengintensifkan perdagangan kedua negara tanpa melibatkan pihak ketiga atau hub.

Ia pun mendorong agar tim perunding kedua negara dapat  segera memproses persiapan peluncuran perundingan Indonesia-Peru CEPA. Ajakan yang disambut baik ini akan menjadikan Indonesia memiliki perjanjian CEPA keduanya dengan negara Amerika Latin setelah Chile.

Zulhas menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Perdagangan luar negeri dan pariwisata Peru Juan Carlos Mathews Salazar di Detroit, Amerika Serikat (AS), baru-baru ini.

“Indonesia mendorong tim perunding agar dapat segera  menyelesaikan terms of reference perundingan, sehingga perundingan perdagangan antara Indonesia dan Peru dapat segera dimulai. Kami harap akan terjadi peningkatan hubungan dagang yang signifikan antara Indonesia dan Peru,” kata Zulhas.

Zulhas menambahkan, dengan perjanjian CEPA, pelaku usaha kedua negara pun akan dapat memanfaatkan keuntungan perjanjian untuk semakin mendorong kinerja  perdagangan kedua negara.

Sementara itu, Menteri Juan Carlos sangat menyambut baik adanya rencana jalinan hubungan dagang dengan kerangka CEPA tersebut. 

Ia mengatakan, Peru telah memiliki banyak kerja sama perdagangan bebas dengan banyak negara, tetapi belum memiliki kerja sama dengan Indonesia. Maka, momentum untuk mengusung Indonesia-Peru CEPA ini akan menjadi saatnya Peru memiliki kerja sama perdagangan bilateral dengan Indonesia.

Zulhas dan Menteri Juan Carlos sepakat untuk segera  mengumumkan peluncuran perundingan Indonesia-Peru CEPA. Zulhas pun mengundang Menteri Juan Carlos mengunjungi Indonesia.

Pertemuan antara Zulhas dan Menteri Juan Carlos berlangsung di sela-sela rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan dari Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible For Trade/APEC MRT), 25–26 Mei 2023.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Peru

Pada 2022, total perdagangan Indonesia dan Peru  mencapai USD554 juta. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Peru sebesar USD443 juta dan impor Indonesia dari Peru USD112 juta.

Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD331 juta. Adapun pada Januari-Maret 2023, total perdagangan Indonesia-Peru tercatat USD134,8 juta atau meningkat 36,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. 

Adapun nilai ekspor Indonesia pada Januari-Maret 2023 senilai USD109,6 juta dengan impornya USD25,2 juta sehingga Indonesia surplus sebesar USD84,4 juta. Pada 2022, komoditas ekspor utama Indonesia ke Peru antara lain kendaraan bermotor, pupuk mineral atau kimia, alas kaki, kertas tisu, serta kertas dan karton.  

Sementara itu, komoditas impor utama Indonesia dari Peru antara lain biji coklat, pupuk mineral atau kimia, batu bara, buah anggur dan ekstrak sayuran.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.