Akurat

Cardi B Ikut Penasaran, Kapan Resesi Ekonomi di AS Benar Terjadi?

| 13 Juni 2022, 17:00 WIB
Cardi B Ikut Penasaran, Kapan Resesi Ekonomi di AS Benar Terjadi?

AKURAT.CO, Kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) menjadi banyak dibincangkan oleh banyak warganya, terutama oleh kalangan populer dan papan atas AS salah satunya Cardi B. Cardi B mempertanyakan kapan resesi ekonomi AS ini benar-benar akan terjadi. 

Pembahasan terkait resesi di AS ini juga menjadi bahan pembicaraan para ekonom, analis, politisi hingga pakar di dunia. 

Seperti diketahui, melonjaknya harga barang, adanya invasi Rusia ke Ukraina, serta dihantamnya oleh pandemi Covid-19 menjadi hantu bagi perekonomian global. Suasana tidak mengenakan itu hampir seluruhnya karena inflasi, terutama karena harga gas dan makanan terus naik menjelang musim panas.

Mengutip dari CNN, Senin (13/5/2022), pertanyaan Cardi B ini juga belum ada jawabannya. Tidak ada yang mengetahui kapan resesi ekonomi itu akan terjadi sampai sekelompok pembuat kebijakan Biro Riset Ekonomi Nasional (National Bureau of Economic Research) AS mengumumkan.

Resesi ekonomi AS setidaknya mungkin saja terjadi, suatu konsesus telah memperkirakan setiap penurunan besar dalam ekonomi tidak akan terjadi resesi sampai tahun depan karena pasar tenaga kerja yang kuat.

Sebuah jajak pendapat Quinnipiac pada Mei menunjukkan bahwa 85% orang AS berpikir resesi ekonomi mungkin terjadi pada tahun depan. Resesi bisa terjadi dengan sendirinya ketika masyarakat tidak yakin dengan kekuatan ekonomi dan cenderung menekan pengeluarannya.

Sejauh ini orang AS tidak kehilangan selera untuk berbelanja. The Fed yakin bahwa kekuatan pasar tenaga kerja dapat menangani serangkaian kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral untuk mencoba meredakan panasnya kenaikan harga.

Sebagai informasi, Ekonomi AS saat ini sedang memasuki kondisi kalut, dimana resesi bisa menjadi ancaman yang menyelimuti negara tersebut. Tanda-tanda resesi tersebut sudah semakin terlihat dengan The Fed yang beberapa waktu lalu menaikan suku bunganya akibat inflasi yang tidak berkesudahan.

Dilansir dari CNN Bussines Rabu (18/5/2022), kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed untuk menekan lonjakan harga yang disebabkan harga mulai melonjak tinggi serta tingginya pinjaman AS saat ini, yang menjadikan negara paman sam tersebut terkena imbas perlambatan ekonomi yang cukup signifikan.

Dengan menaikkan suku bunga kemarin, The Fed dinilai sudah terlambat karena inflasi sudah menghantui sejak 2021. Menjadikan bank sentral AS juga perlu mengejar ketertinggalan yang ada serta mengambil tindakan yang jauh lebih besar dari menaikan suku bunga seperti yang dilakukan tahun lalu.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L