China Klaim BRICS Sangat Strategis dalam Percaturan Ekonomi Dunia

AKURAT.CO Bangkitnya pasar negara industri baru dan negara berkembang, yang diwakili oleh negara-negara BRICS, telah mendorong dunia dengan persebaran kekuasaan yang lebih luas, menurut Penasihat Dewan Negara sekaligus Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Disebutkan melalui laman Xinhua (30/7/2019), pada Pertemuan Formal Para Menteri Luar Negeri BRICS, Wang menyebutkan kerja sama BRICS bukanlah solusi sementara untuk kelima negara. Melainkan pilihan strategis yang berfokus pada pembangunan umum dan jangka panjang serta potensi yang sangat bagus, dimana kelima negara BRICS tersebut adalah Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.
Wang menyatakan bahwasanya ia tak peduli seberapa berubahnya lanskap internasional, arah kerja sama BRICS tidak boleh berubah.
"Dalam menghadapi tantangan baru, kelima negara harus memastikan suara mereka didengar, menawarkan lebih banyak solusi untuk menekan isu-isu global serta memainkan peran yang lebih besar dalam urusan dunia," ujar Wang Yi melalui laman Xinhua.
Wang menambahkan bahwasanya praktik unilateralisme dan proteksionisme hanyalah akan merusak aturan internasional dan menantang aturan hukum yang sudah berlaku dan pada akhirnya hanya akan menimbulkan ketidakstabilan dan ketidakpastian pertumbuhan global.
Maka dengan itu, lanjut Wang, Negara-negara BRICS harus terus memimpin dalam memelihara multilateralisme dan menjaga sistem tata kelola global dengan PBB sebagai intinya dan di bawah hukum internasional.
Selain itu, BRICS juga harus melindungi sistem perdagangan multilateral yang diwakili oleh WTO, serta melindungi kepentingan bersama dalam ruang pengembangan pasar industri baru dan negara berkembang.
"Bersama-sama, kelima negara tersebut harus terus mengintegrasikan kepentingan negara-negara pasar industri baru dan negara-negara berkembang lainnya melalui platform yang fleksibel dan beragam seperti 'BRICS Plus'," tegasnya.
Diketahui, dalam pertemuan KTT BRICS, kelima menteri luar negeri bersepakat untuk melindungi tujuan dan prinsip Piagam PBB dalam membela multilateralisme serta perdagangan bebas, menentang unilateralisme dan proteksionisme, memperkuat pemerintahan global hingga membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Mereka sepakat bahwa masalah tantangan regional harus diselesaikan melalui dialog dan konsultasi, kerja sama BRICS harus bekerja untuk memberi manfaat kepada masyarakat di kelima negara tersebut.
Bahkan menurut laman tersebut, para menteri luar negeri sepakat untuk menjaga kewaspadaan terhadap masalah keamanan siber dan menyatakan penentangan terhadap penggunaan keamanan siber untuk menekan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara lain.
Mereka sepakat untuk berjalan menuju lingkungan yang terbuka dan tidak diskriminatif untuk penerapan teknologi informasi, bahkan para menteri luar negeri tersebut ditugasi untuk mempersiapkan KTT BRICS yang akan diadakan di Brasilia pada November mendatang. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





