Akurat Logo

Mengenal Attachment Avoidant: Pola Hubungan yang Perlu Diwaspadai

Eko Krisyanto | 6 Juni 2025, 23:58 WIB
Mengenal Attachment Avoidant: Pola Hubungan yang Perlu Diwaspadai

AKURAT.CO Attachment avoidant atau gaya keterikatan menghindar kini menjadi topik yang banyak dibicarakan, terutama di kalangan anak muda yang sedang menjalin hubungan asmara.

Gaya ini biasanya muncul dalam hubungan yang tampak tidak seimbang secara emosional.

Apa itu Attachment Avoidant?

Attachment avoidant merupakan gaya keterikatan yang ditandai dengan kecenderungan untuk menghindari kedekatan, baik secara emosional maupun fisik.

Individu dengan gaya ini lebih nyaman mengandalkan diri sendiri dan kerap merasa tidak nyaman saat harus membuka diri secara emosional kepada orang lain.

Mereka sering tampak percaya diri, namun sebenarnya menjaga jarak untuk melindungi diri dari potensi luka atau penolakan.

Dalam suatu hubungan, orang dengan attachment avoidant cenderung menghindari ketergantungan dan memilih menyelesaikan segala sesuatu secara mandiri.

Keinginan untuk menjaga jarak ini seringkali menjadi tantangan dalam membangun koneksi emosional yang sehat dengan pasangan.

Ciri-Ciri Pasangan dengan Attachment Avoidant:

  1. Menghindari Percakapan Serius tentang Hubungan

    Orang dengan attachment avoidant biasanya enggan membicarakan hubungan secara mendalam.

    Mereka menjaga jarak emosional dan tidak nyaman mengungkapkan perasaan. Topik-topik sensitif dianggap berlebihan atau tidak perlu, karena mereka lebih fokus pada hal-hal yang logis dan praktis.

  2. Cenderung Meremehkan Komitmen dalam Hubungan

     

    Meskipun berada dalam hubungan, mereka kerap tidak menunjukkan penghargaan yang tulus terhadap kedekatan emosional.

    Ini bisa dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil atau pola asuh tertentu yang membentuk persepsi bahwa kedekatan adalah ancaman, bukan kenyamanan.

  3. Menolak Dukungan Emosional

    Tipe ini sangat mengutamakan kemandirian. Ketergantungan pada orang lain dianggap sebagai kelemahan.

    Oleh karena itu, mereka sering menolak bantuan atau dukungan dari pasangannya, meskipun sebenarnya mereka membutuhkannya.

  4. Lebih Suka Menghabiskan Waktu Sendiri

    Jika pasangan lebih memilih menghabiskan waktu sendiri atau bersama teman daripada bersama kamu, bisa jadi itu tanda adanya pola attachment avoidant.

    Mereka merasa nyaman dengan kebebasan dan tidak ingin terlibat terlalu dalam secara emosional.

Memahami ciri-ciri ini adalah langkah awal untuk menjaga diri agar tidak terjebak dalam hubungan yang melelahkan secara emosional.

Namun, penting juga untuk tidak terburu-buru memberi label. Setiap individu memiliki pengalaman dan latar belakang berbeda yang membentuk gaya keterikatannya.

Catatan Penting:

Dalam hubungan yang sehat, diperlukan komunikasi yang terbuka, batasan yang jelas, dan kesadaran bersama tentang perasaan masing-masing.

Hubungan yang harmonis bukan tentang satu pihak yang selalu mengejar dan yang lain menjauh, melainkan tentang adanya saling pengertian dan keseimbangan dalam keterikatan. (Athanasia Zelda Pasaribu/magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.