Filosofi Motif Batik Klasik Yang Identik Dengan Percintaan

AKURAT.CO Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang paling terkenal dan dihargai di seluruh dunia.
Setiap motif batik memiliki makna filosofis yang mendalam dan mengajarkan berbagai pelajaran berharga tentang percintaan, kesetiaan, dan keseimbangan.
Salah satunya adalah motif batik klasik yang memiliki banyak makna filosofis ini telah menjadi bagian penting dari budaya Indonesia selama berabad-abad.
Goresan motif batik klasik tidak hanya mengandung nilai estetika namun di balik keindahan yang kasat mata itu ternyata mengandung nilai filosofi yang luhur.
Baca Juga: Kisah Kontroversi Batik Indonesia Dan Malaysia
Nilai filosofi inilah yang menarik perhatian dunia sehingga Yogyakarta dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh World Craft Council di Dongyang , Provinsi Zhejiang, Cina pada 2014.
Berikut ini berbagai macam motif batik klasik dan filosofinya.
1. Motif Parang Rusak
Salah satu motif batik klasik yang sering diidentikan dengan percintaan adalah motif Parang Rusak. Motif ini terdiri dari pola-pola yang terlihat seperti guratan patah pada senjata tajam, yang menggambarkan kehidupan yang penuh dengan rintangan dan kesulitan. Dalam percintaan, Parang Rusak mengajarkan bahwa hubungan bisa mengalami konflik dan masalah, tetapi dengan kesabaran dan tekad, kita bisa mengatasi segala rintangan yang muncul.
2. Motif Kawung
Motif Kawung adalah simbol cinta dan kebahagiaan dalam batik klasik. Motif ini terdiri dari lingkaran kecil yang saling berhubungan, menciptakan rasa kesatuan dan keterkaitan. Dalam konteks percintaan, motif ini mengajarkan pentingnya harmoni, kerjasama, dan persatuan dalam hubungan. Bagaimanapun, seperti Kawung yang saling bersambung, cinta juga harus dijaga agar tetap berkelanjutan.
Baca Juga: Sejarah Hari Batik Nasional Di Indonesia Tiap 2 Oktober
3. Motif Ceplok
Motif Ceplok adalah salah satu motif batik klasik yang paling sering ditemukan dalam berbagai kain batik klasik. Pola-pola geometris yang saling berhubungan ini melambangkan keindahan yang simetris dan keseimbangan dalam kehidupan. Dalam percintaan, motif ini mengajarkan bahwa cinta yang seimbang dan simetris dapat menciptakan hubungan yang harmonis dan langgeng.
4. Motif Mega Mendung
Motif Mega Mendung adalah salah satu motif yang paling khas dalam batik Cirebon. Motif ini menggambarkan awan mendung yang berlapis-lapis, menciptakan efek yang indah dan misterius. Dalam konteks percintaan, Mega Mendung mengajarkan kita tentang misteri dan keindahan cinta yang bisa memiliki banyak lapisan dan dimensi. Cinta tidak selalu mudah dipahami, tetapi itulah yang membuatnya begitu menarik.
5. Motif Truntum
Motif Truntum adalah motif batik yang sering digunakan dalam pernikahan dan dikenal sebagai simbol kesetiaan dan cinta abadi. Motif ini terdiri dari pola-pola bunga yang saling berhubungan, menciptakan kesan kesatuan dan keterikatan. Dalam percintaan, Truntum mengingatkan kita akan pentingnya setia dan berkomitmen dalam hubungan jangka panjang.
6. Motif Lereng
Motif Lereng adalah motif batik yang memiliki pola diagonal yang melambangkan perjalanan dalam kehidupan. Dalam percintaan, motif ini mengajarkan kita bahwa cinta adalah perjalanan yang panjang, dengan banyak puncak dan lembah. Terkadang kita harus melewati masa-masa sulit, tetapi jika kita terus bersama, kita akan mencapai puncak kebahagiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








