Akurat

Seperti Rachel Vennya dan Okin, Mungkinkah Mantan Suami dan Istri Bersahabat?

| 28 Februari 2022, 19:13 WIB
Seperti Rachel Vennya dan Okin, Mungkinkah Mantan Suami dan Istri Bersahabat?

AKURAT.CO  Setelah putus dari Salim Naudere, selebgram Rachel Vennya kembali menghebohkan jagat maya dengan foto mesranya dengan sang mantan suami, Niko Al Hakim alias Okin. 

Foto itu diunggah oleh Okin di Instagram story pribadinya, dengan latar musik "Sayap Pelindungmu", lagu dari The Overtunes. Dalam foto tersebut, Okin tampak memeluk Rachel dari belakang. Meski terlihat mesra, Okin memastikan hubungannya dengan Rachel hanya sebatas sahabat. 

"Best Friend Forever," tulis Okin di unggahan selanjutnya. 

Sejak resmi bercerai pada 16 Februari 2021, Rachel dan Okin memang memiliki hubungan baik. Keduanya terlihat cukup sering menghabiskan waktu bersama demi kedua anak mereka. 

Seperti Rachel dan Okin, benarkah mantan suami istri bisa bersahabat?

Berdasarkan pekerjaan klinis selama bertahun-tahun, saya telah menemukan bahwa cinta tidak pernah benar-benar mati, tidak peduli apa yang terjadi di antara dua individu," kata Seth Meyers, Psy.D., adalah seorang psikolog klinis berlisensi dan ahli hubungan, dikutip AKURAT.CO dari Psychology Today, Senin (28/2/2022). 

Mantan suami dan istri mungkin akan bersikap seperti teman atau bahkan memperlakukan satu sama lain sebagai orang asing, namun itu bukan berarti keduanya tidak lagi saling mencintai. Meyers menjelaskan bahwa ada bagian dari dirimu yang masih mencintai dan merindukan orang itu, meskipun itu hanya sebagian kecil. Selain itu, kamu pun kemungkinan menekan perasaan tersebut agar tidak muncul. 

"Kamu tidak bisa begitu saja mencintai seseorang hari demi hari dan benar-benar berhenti mencintai orang itu," ujarnya. 

Berdasarkan hal ini,  Meyers pun mengaku kagum dengan mantan suami istri yang bisa berteman. Pasalnya, hal itu membutuhkan kekuatan dan kedewasaan dari kedua belah pihak. 

"Tampaknya, jarang ada pasangan yang bisa mempertahankan persahabatan dan tetap dekat setelah perceraian. Saya selalu terkesan ketika melihat pasangan yang berhasil tetap berteman, karena dibutuhkan kekuatan dalam karakter dan pemahaman tentang gambaran yang lebih besar untuk mengatasi rasa sakit," tukas Meyers.

Sementara terapis pernikahan berlisensi Weena Cullins, LCMFT, mengatakan terkadang dua orang menyadari bahwa mereka tidak cocok sebagai pasangan romantis. Akan tetapi ada aspek hubungan yang masih berharga dan dapat dipertahankan secara sehat melalui persahabatan.

"Berteman dengan mantan bisa menjadi ide yang bagus ketika aspek lain dari hubungan itu berharga untuk pertumbuhan, perkembangan, atau tujuan hidup ," jelasnya.

"Jika kamu dan mantan mengidentifikasi bahwa kalian menjadi mitra bisnis, teman olahraga, atau teman yang lebih baik, dan dapat menjaga batasan yang sehat satu sama lain, maka menciptakan persahabatan yang otentik dapat berhasil," ujar Cullins.

Lebih lanjut, Cullins menyebutkan bahwa persahabatan ini bisa sangat bermanfaat jika kamu dan mantan memiliki anak bersama. Meskipun persahabatan tidak diperlukan untuk pengasuhan bersama yang sukses, itu dapat menciptakan lingkungan yang lebih mudah bagi orang tua dan anak-anak.

"Ini juga dapat memberikan peningkatan fleksibilitas dengan mengatur jadwal, masalah disiplin, dan arus informasi secara umum," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.