Perjuangan PBNU Dan Gus Dur Dalam Mendukung Palestina Dan Melawan Kezaliman Zionis Israel

AKURAT.CO- Selain melakukan berbagai gerilya perjuangan melawan kolonial Belanda dan Jepang, kiai-kiai pesantren juga sangat memperhatikan kemerdekaan rakyat Palestina dari penjajahan Zionis.
Rakyat Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bertepatan 9 Ramadhan 1364 H.
Pada 12 November 1938, tepatnya di bulan Ramadhan tanggal 19, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah pimpinan KH Mahfudz Shiddiq mengeluarkan seruan kepada seluruh ormas Islam di Indonesia untuk menentang penjajahan zionis terhadap rakyat Palestina.
Seruan yang diinisiasi oleh Nahdlatul Ulama mengajak seluruh bangsa untuk mengambil sikap tegas terhadap apa yang dilakukan oleh Israel.
Nahdlatul Ulama (NU) juga meminta umat Islam untuk bekerja sama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan agama mereka dan kemerdekaan tanah air mereka dari penjajah dan organisasi zionis.
Selain itu, gerakan perlawanan dibantu oleh kegiatan "Palestina Fons", yang merupakan singkatan dari Dana Palestina, untuk membantu meringankan beban perjuangan penderitaan.
Cabang-cabang Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia melakukan gerakan "Pekan Rajabiyah" selain mengumpulkan dana.
Berdasarkan arahan PBNU, setiap tanggal 27 Rajab ditetapkan sebagai "Pekan Rajabiyah".
Dukungan Gus Dur Melawan Kezaliman Israel
Bahkan menurut Yenny Wahid, saat itu ayahnya, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengenakan kaos bertuliskan "Palestina".
Gus Dur, bersama dengan para tokoh dan banyak seniman, termasuk Sutardji Calzoum Bachri, mengadakan malam pengumpulan dana dan demonstrasi simpati terhadap warga Palestina pada saat itu sekitar tahun 1980-an di Taman Ismail Marzuki (TIM).
Salah satu masalah utama yang terus menjadi perhatian Gus Dur hingga akhir hayatnya adalah empati kemanusiaan terhadap negara, terutama terhadap kelompok yang tertindas dan lemah (mustadh'afin).
Gus Dur dapat melindungi mereka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, tidak peduli agama, keyakinan, bangsa, etnis, atau ras mereka.
Sebagai presiden Gus Dur, kunjungan ke Yordania adalah tujuan utama dari setiap perjalanan ke Timur Tengah.
Ini karena Gus Dur bertemu dengan Raja Abdbullah II dan Yassir Arafat di Amman.
Presiden Gus Dur menyatakan bahwa dia mendukung kemerdekaan Palestina serta perdamaian di Timur Tengah.
Di tengah kondisi kesehatan yang tidak stabil, Gus Dur mengunjungi Jalur Gaza pada 20 Desember 2003 dengan tujuan mencapai perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Gus Dur diminta untuk berpidato di kota kecil ini.
Pada awalnya, dia berpidato dalam bahasa Inggris karena banyak wartawan asing, senator AS, dan pemimpin agama dari berbagai negara meliput.
Hingga saat ini, ulama-ulama Nahdlatul Ulama dan ulama-ulama pesantren terus-menerus mendorong Pemerintah Indonesia untuk mendukung kedaulatan Palestina di tengah ekspansi permukiman yang dilakukan orang-orang Israel.
Kedaulatan ini telah diperoleh Palestina di meja PBB. Namun, itu tidak relevan dengan situasi nyata di mana rakyat Palestina terus berjuang untuk kemerdekaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan








