Akurat Logo

Kisah Menakjubkan Perjalanan Malam Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

| 4 April 2023, 14:39 WIB
Kisah Menakjubkan Perjalanan Malam Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

AKURAT.CO Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam karena mengisahkan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu, peristiwa Isra miraj adalah dua perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam, Umat Islam memperingati Isra Miraj setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah. 

Dalam perjalanan malam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, dengan berada di belakang Al-Buraq sampai ke masjid terjauh di Yerusalem. Dilanjut Beliau naik melalui tujuh langit dan mengagumi keajaiban yang tak terbayangkan. Nabi Muhammad banyak melihat hal luar biasa sampai Beliau juga bertukar salam dengan banyak sesama Nabi yang ditemui. Dalam perjalanan istimewa itu dengan tokoh istimewa juga Muhammad utusan terakhir dapat secara khusus berdiri di hadapan Allah SWT.

Pada malam yang sama, hanya beberapa jam setelah memulai perjalanannya, Nabi Muhammad kembali ke Makkah. Perjalanan malam yang ajaib akan menjadi senjata melawan Nabi Muhammad dan para pengikutnya oleh musuh-musuhnya, dan juga akan menjadi ujian iman yang ekstrim bagi orang-orang beriman.

Setelah kepulangannya, Nabi Muhammad berjalan ke Ummu Ayman dan menceritakan perjalanan ajaibnya. Lalu Ummu Ayman pun menjawab: “Wahai Rasulullah, jangan beri tahu siapa pun tentang ini.”. Ummu Ayman memiliki iman yang sempurna kepada Sang Utusan Allah dan mempercayai dengan keteguhan hatinya atas kisah perjalanan Rasulullah SAW, tetapi dia takut bagaimana tanggapan orang lain, takut nantinya banyak orang tidak mempercayai Beliau dan mencemooh Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad dan Umm Ayman selalu sangat dekat, Beliau mengatakan tentang Ummu Ayman sebagai "ibuku setelah ibuku sendiri". Dia adalah pelayan setia ibunya yakni Aminah dan tetap bersama Nabi Muhammad walaupun ibu dan kakek Rasulullah telah tiada. Dan untuk penyelesaian atas perjalanan yang menakjubkan ini, Rasulullah pergi ke rumah Umm Ayman, mungkin untuk kenyamanan dan kemudahan sementara dia merenungkan keajaiban ini, dan memutuskan langkah selanjutnya.

Menanggapi pernyataan dari Umm Ayman, Nabi Muhammad menjawab dengan mengatakan bahwa dia akan memberi tahu orang-orang tentang malam yang menakjubkan itu. Dia menganggap itu tanggung jawabnya di hadapan Allah untuk menyampaikan pesan, tidak peduli tanggapan atau konsekuensinya, biarkan Allah bertanggung jawab atas hasilnya. Beliau pun meninggalkan rumah diam-diam dengan kontemplasi muram, dan berjalan ke Masjid Suci. Beliau bertemu orang-orang di sepanjang jalan, dan perlahan berita tentang perjalanan malam menyebar di antara orang-orang.

Saat Nabi Muhammad sedang duduk diam di masjid, Abu Jahal mendekatinya dan bertanya dengan santai:

“Wahai Muhammad, apakah ada sesuatu yang baru?”

Dikenal sebagai salah satu musuh terbesar Islam, Abu Jahal bertanggung jawab atas penyiksaan, hukuman, pembunuhan, dan pelecehan terhadap Muslim baru sepanjang masa awal Islam. Meskipun Rasulullah menyadari permusuhan dan kebencian yang dirasakan Abu Jahal terhadapnya, Nabi Muhammad menjawab dengan jujur ​​dan berkata:

“Malam lalu saya telah melakukan perjalanan ke Yerusalem dan kembali.”

Abu Jahal, karena tidak dapat menahan rasa geli, menanggapinya dengan meminta Muhammad mengulangi kata-kata ini di depan orang-orang Makkah. Nabi Muhammad menjawab dengan tegas, dan Abu Jahl meninggalkan masjid sambil berlari, memanggil orang-orang saat dia berlari di jalanan. Ketika cukup banyak orang telah berkumpul di mesjid, atas permintaan Abu Jahal, Nabi Muhammad bersabda, agar semua orang mendengar:

“Saya pernah ke Yerusalem dan kembali.”

Kerumunan orang mulai tertawa, bersiul, dan bertepuk tangan. Mereka memperlakukannya sebagai lelucon besar dan tertawa terbahak-bahak. Ini adalah tanggapan yang diharapkan oleh Abu Jahal dan dia sangat senang.

Orang-orang kafir di kerumunan melihat kesempatan untuk mengakhiri Islam. Mereka mencemooh dan meremehkan klaim Nabi Muhammad. Di antara kerumunan orang-orang, mereka meminta Nabi Muhammad untuk menjelaskan apa yang telah dilihatnya selama melakukan perjalanan ke Yerusalem.

Rasulullah SAW pun mulai menggambarkan dan menceritakan perjalanannya, tetapi Beliau tidak mengingat detail dan deskripsi kecil atas perjalanan yang telah dilalui itu, karena Beliau hanya menghabiskan waktu singkat di Yerusalem.

Namun, dalam riwayat Nabi Muhammad memberi tahu kita bahwa Allah menunjukkan detailnya "tepat di depan matanya" dan dia menggambarkan apa yang telah dilihatnya "batu demi batu, bata demi bata". Para pelancong mengkonfirmasi deskripsinya. (HR. Bukhari)

Ada narasi lain (dari Ibn Hisham) yang mengatakan bahwa saat melakukan perjalanan kembali ke Makkah, Nabi Muhammad melewati sebuah kafilah. Dia mampu menggambarkannya dengan jelas. Kafilah telah kehilangan seekor unta, dan Nabi Muhammad memanggil dari langit untuk memberi tahu mereka keberadaan unta tersebut. Dia juga minum dari persediaan air mereka.

Mendengar cerita tersebut Orang-orang yang berkumpul tersebut segera mengutus seseorang untuk menemui kafilah sebelum memasuki kota untuk menanyakan tentang malam sebelumnya. Mereka memastikan bahwa suara aneh memanggil lokasi unta yang hilang dan sebagian persediaan air mereka telah hilang.

Namun tetap saja konfirmasi ini tidak cukup. Orang-orang mencemooh dan tertawa dan mengingkari kata-kata Nabi Allah. Peristiwa ajaib ini merupakan ujian keimanan yang bahkan beberapa Muslim baru menjadi kafir dan berpaling dari iman Islam.

Bagi mereka yang imannya kuat dan benar, Kuasa Tuhan terlihat jelas. Beberapa dari mereka yang menganggap keseluruhan cerita sulit dipercaya pergi menemui Abu Bakar, sahabat dan pendukung setia Nabi Muhammad. Mereka bertanya apakah dia percaya Nabi Muhammad melakukan perjalanan semalam ke Yerusalem, dan kembali ke Makkah. Tanpa ragu Abu Bakar menjawab:

“Jika utusan Allah berkata demikian, maka itu benar”.

Karena peristiwa inilah Abu Bakar mendapat gelar As-Siddeeq (orang yang benar jujur). Ini adalah titik balik bagi banyak Muslim, setelah menghadapi siksaan fisik dan pelecehan dari orang-orang kafir, mereka sekarang harus bergulat dengan konsep di luar imajinasi terliar mereka. Beberapa dari kaum muslim gagal dan memutuskan keluar dari Islam, tetapi banyak juga muslim yang percaya bahkan malah membawa keimanan mereka pada tingkatan yang baru dan mampu merasakan manisnya ketundukan sejati kepada Allah Yang Maha Esa.

Perjalanan dalam satu malam hari saja, dari Masjid Suci di Makkah ke masjid terjauh di Yerusalem, lalu naik melalui langit menuju ke hadirat Allah SWT adalah keajaiban yang diberikan oleh Allah kepada hamba terakhir-Nya dan Nabi Muhammad SAW dan salah satu penghargaan terbesar yang diberikan kepada setiap manusia. Maka sepantasnya kita wajib bersyukur dilahirkan menjadi pengikut Rasulullah SAW, dan semakin bangga serta meyakini dengan penuh keteguhan hati atas kebenaran Islam.[]

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.