Akurat Logo

Kautamaan Siti Khadijah: Wanita Paling Dicintai Nabi

Cendhy Vicky V | 2 Agustus 2022, 18:06 WIB
Kautamaan Siti Khadijah: Wanita Paling Dicintai Nabi

AKURAT.CO Siti Khadijah merupakan sosok muslimah yang istimewa. Ia menjadi banyak membantu misi dakwah Rasulullah pada masa-masa awal. Bahkan ia tidak tanggung-tanggung mendermakan banyak hartanya untuk mendukung kesuksesan dakwah Islam.

Salah satu peristiwa penting yang Khadijah adalah saat ia berusaha menenangkan Nabi ketika baru saja menerima wahyu pertama di Gua Hira. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan:

“Pertama kali yang nampak pada Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam dari wahyu ialah memperoleh mimpi yang baik tatkala tidur. Adalah beliau, ketika tidur tidaklah melihat sebuah mimpi melainkan pada keesokan harinya pasti melihat kejadian yang sama seperti apa yang dilihatnya didalam mimpi tersebut.

Kemudian di ceritakan pada akhir hadits ini: “Maka beliau langsung pulang dalam keadaan ketakutan, lalu masuk kedalam rumah menemui istrinya Khadijah binti Khuwailid sembari mengatakan padanya: ‘Selimuti aku, selimuti aku’.

Maka Khadijah menyelimutinya sampai rasa cemas yang ada pada diri Rasulullah SAW hilang. Setelah itu beliau menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya kepada Khadijah, seraya mengadu padanya: ‘Sungguh aku sangat khawatir terhadap keselamatan diriku”. 

Lalu Khadijah menjawab: “Sungguh tidak, demi Allah. Allah tidak akan mencelakaimu, sesungguhnya engkau adalah orang yang suka menyambung tali silaturahim, membantu orang, menyantuni fakir, memuliakan tamu, dan senang membantu”.

Wanita paling dicintai Rasul

Kadijah merupakan wanita yang palig dicintai Rasul. Dalam satu hadis dijelaskan:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَمَا رَأَيْتُهَا وَلَكِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا وَرُبَّمَا ذَبَحَ الشَّاةَ ثُمَّ يُقَطِّعُهَا أَعْضَاءً ثُمَّ يَبْعَثُهَا فِي صَدَائِقِ خَدِيجَةَ فَرُبَّمَا قُلْتُ لَهُ كَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلَّا خَدِيجَةُ فَيَقُولُ إِنَّهَا كَانَتْ وَكَانَتْ وَكَانَ لِي مِنْهَا وَلَدٌ » [أخرجه البخاري ومسلم]

Artinya, “Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi melebihi kecemburuanku terhadap Khadijah, dan aku belum pernah berjumpa dengannya. Akan tetapi, beliau sering sekali menyebutnya. Terkadang beliau menyembelih kambing lalu memotong-motong dan mengirim pada teman-teman Khadijah.

Sampai pernah aku mengatakan padanya: ‘Seakan-akan tidak ada wanita lain didunia ini kecuali Khadijah’. Maka beliau menjawab: “Sesungguhnya dia itu wanita begini dan begitu, darinya aku dikarunia anak“. Dalam salah satu riwayat dikatakan: “Sesungguhnya aku di karunia buah hati darinya“. (HR Bukhari no: 3818. Muslim no: 2434, 2435)

Dalam riwayat lain dikatakan:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا أَبْدَلَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهَا قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ » [أخرجه أحمد]

Artinya, “Allah belum pernah menggantikan yang lebih baik darinya. Dirinya telah beriman padaku tatkala manusia mengingkariku, dia mempercayaiku ketika orang lain mendustakanku, dirinya telah mengorbankan seluruh hartanya manakala orang lain mencegahnya dariku, dan dengannya Allah memberiku rizki anak tatkala hal itu tidak diberikan pada istri-istriku yang lainnya.” (HR Ahmad 41/356 no: 24864).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
A
Editor
Abror