Akurat Logo

Catat! Cara Allah SWT Menggugurkan Dosa-dosa Hambanya

Eko Krisyanto | 14 September 2023, 16:52 WIB
Catat! Cara Allah SWT Menggugurkan Dosa-dosa Hambanya

AKURAT.CO Dalam hidup, setiap manusia tidak pernah luput dari pebuatan dosa, baik itu perbuatan yang disengaja maupun tidak disengaja.

Hal ini sesuai dengan pepatah Arab "Al-Insaan mahalul khatha' wan nisyaan" yang artinya manusia itu tempatnya salah dan lupa.

Namun, ketahuilah bahwa Allah SWT Maha Penyayang bagi setiap umatnya. Pastinya Allah SWT akan memberikan kesempatan bagi setiap umatnya untuk selalu bertobat dengan harapan Allah SWT akan menghapus dosa-dosa dan memaafkan kesalahan yang dilakukan.

Baca Juga: Catat! 10 Keutamaan Salat Fajar, Bisa Menghapus Dosa Setengah Usia

Inilah tiga cara Allah SWT menggugurkan dosa hambanya, agar terhindar dari azab-Nya pada hari kiamat nanti.

1. Memberikan musibah atau cobaan kepada hamba-Nya

Allah SWT akan menguji hamba-Nya dengan musibah atau cobaan dalam hidup mereka. Apabila hamba-Nya mampu dalam menerima ujian tersebut dengan kesabaran dan keridhaan kepada takdir Allah SWT maka dosa-dosanya dapat dihapuskan.

Jadi, semakin besar kasih sayang Allah SWT terhadap seseorang maka cobaan yang Allah SWT berikan kepada mereka dapat menjadi semakin berat. Karena cobaan tersebut akan semakin menaikkan derajat dan kemuliaannya di hadapan Allah SWT.

''Tidaklah sesuatu yang menimpa seorang Muslim, baik itu penyakit biasa maupun penyakit menahun, kegundahan dan kesedihan atau hanya duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus semua kesalahannya dengan semua penderitaan yang telah ia alami.'' (HR Bukhari)

Baca Juga: Ini Tiga Kategori Dosa Manusia, Nomor Satu Tidak Diampuni Allah

2. Jiwa yang dihidupkan kembali setelah bertobat

Bagi orang yang beriman pastinya akan takut melakukan dosa karena siksaan yang akan diberikan. Di saat itulah perasaan takut tersebut muncul, di sinilah jiwanya hidup kembali. Allah SWT mengetuk pintu hatinya sehingga dia senantiasa bertobat.

"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia kami hidupkan dan kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?" (QS Al-An'am:122)

Dengan menghidupkan kembali jiwa seorang yang beriman, itulah saat mereka kembali bertobat atau memilih jalan yang diridhai oleh Allah SWT.

3. Seseorang yang dibimbing hatinya untuk beribadah dengan ikhlas

Tentunya hati yang dibimbing untuk beribadah adalah yang bersifat ikhlas karena Allah SWT. Tanpa mengharapkan pujian dari makhluk Allah SWT yang lain. Hal ini merupakan sebuah petunjuk Allah SWT kepada hamba-Nya. Semata-mata untuk membersihkan diri dan mendapatkan ganjaran yang baik di sisi-Nya.

Sebagaimana dijelaskan dalam satu hadis Rasulullah SAW dari Aisyah RA berkata:

"Rasulullah bangun sembahyang di waktu malam, sehingga pecah-pecah kaki baginda. "Saya bertanya: "Mengapakah kamu berbuat begini Ya Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang kemudian?" Rasulullah SAW bersabda: "Tidak bolehkah aku menjadi seorang hamba yang bersyukur (atas nikmat Allah SWT tersebut)." (HR Bukhari dan Muslim)

Begitulah kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Rahmat-Nya mendahului kemurkaan-Nya, hanya saja hamba-Nya sering tidak menyadarinya. Bahkan, Allah SWT selalu memberikan peluang kepada hamba-Nya untuk bertobat dan menghapus dosa-dosa mereka. 

Itulah penting bagi setiap hamba untuk selalu merenungkan perbuatannya, bertobat dengan tulus dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan cara ini seseorang dapat menggugurkan dosa-dosa mereka dan mendapatkan kasih sayang serta pengampunan dari Allah SWT. (Dani Zahra Anjaswari)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK