Surat Utang dan Sukuk Dominasi Pendanaan Pasar Modal hingga 69 Persen, IPO Cuma Satu Persen

AKURAT.CO Penghimpunan dana di pasar modal Indonesia masih didominasi penerbitan surat utang dan sukuk. Hingga 30 Oktober 2026, nilai penawaran umum berkelanjutan efek bersifat utang dan/atau sukuk (PUB EBUS) mencapai Rp144,94 triliun atau menjadi kontributor terbesar setara 69% dari total dana yang dihimpun korporasi melalui pasar modal.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai penghimpunan dana pasar modal secara keseluruhan mencapai Rp209,77 triliun hingga Oktober 2026. Angka tersebut setara 83,91% dari target penghimpunan dana tahun ini sebesar Rp250 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, capaian tersebut berasal dari 179 penawaran umum yang berlangsung sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
Baca Juga: Investor Pasar Modal Bertambah 1,38 Juta pada Oktober 2026 di Tengah Pelemahan IHSG 16,7 Persen
"Minat korporasi domestik untuk melakukan penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal masih cukup tinggi," kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Dari total penghimpunan dana tersebut, PUB EBUS menjadi instrumen yang paling banyak dimanfaatkan korporasi dengan nilai Rp144,94 triliun melalui 141 penawaran umum.
Sementara itu, penawaran umum terbatas (PUT) menyumbang Rp51,99 triliun melalui 20 penawaran. Kemudian, penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) tercatat sebesar Rp10,68 triliun melalui 11 penawaran.
Adapun penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih relatif kecil. Sepanjang periode tersebut, hanya terdapat 7 perusahaan yang melakukan IPO dengan total dana terkumpul Rp2,16 triliun atau setara 1% dari total pendanaan.
Besarnya kontribusi surat utang dan sukuk menunjukkan bahwa instrumen pendanaan berbasis utang masih menjadi bagian penting dalam aktivitas penghimpunan dana korporasi di pasar modal. Sementara itu, kontribusi IPO terhadap total dana yang dihimpun masih terbatas.
Masih Ada 26 Rencana Penawaran Umum
Meski penghimpunan dana telah mencapai lebih dari 80% target tahunan, OJK masih memiliki pekerjaan untuk mengejar sisa target sebesar Rp40,23 triliun hingga akhir 2026.
Peluang penambahan dana masih terbuka. OJK mencatat terdapat 26 rencana penawaran umum yang masuk dalam antrean atau pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp24,46 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








