Akurat Logo

Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp18.500 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Esha Tri Wahyuni | 19 Oktober 2026, 07:50 WIB
Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp18.500 per Dolar AS, Ini Pemicunya
Ilustrasi Mata Uang Rupiah

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih tertekan pada perdagangan berikutnya.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.200 per USD, di tengah tekanan sentimen pasar keuangan dan tingginya kebutuhan dolar untuk impor energi.

Ibrahim menilai pelemahan rupiah tidak terlepas dari sejumlah persoalan domestik, meskipun Bank Indonesia (BI) dan pemerintah telah melakukan intervensi di pasar keuangan.

Baca Juga: Emas atau Dana Darurat, Mana yang Sebaiknya Disiapkan Lebih Dulu?

"Ada beberapa indikasi secara domestik yang membuat rupiah terus mengalami pelemahan walaupun Bank Indonesia melakukan intervensi, menteri keuangan juga terus melakukan intervensi di pasar," ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Efek Domino Ancaman MSCI, Rupiah dan Pasar Obligasi RI Ikut Tertekan?

Salah satu sentimen yang disorot adalah pengumuman penyedia indeks global MSCI mengenai proposal perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. MSCI membuka periode konsultasi atas proposal tersebut pada 15 Oktober 2026.

Menurut Ibrahim, potensi perubahan status tersebut dapat memengaruhi persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia dan meningkatkan risiko keluarnya dana asing.

"Pasar mandiri ini mengindikasikan dana asing cukup banyak yang keluar. Ini yang mengindikasikan kemungkinan besar (rupiah) masih akan terus melemah," jelasnya.

Baca Juga: MSCI Berlebihan Picu Kepanikan Pasar Saham RI

Meski demikian, proposal MSCI tersebut masih dalam tahap konsultasi. MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final paling lambat pada akhir Juni 2027.

Karena itu, potensi arus keluar modal asing perlu dilihat sebagai risiko yang dapat berkembang, bukan kepastian bahwa dana asing akan keluar dalam jumlah tertentu.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.