Perdana, BSWD Diganjar Peringkat A+ dari Fitch dengan Outlook Positif

AKURAT.CO Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD) di ‘A+(idn)’. Outlook dari peringkat tersebut adalah Positif.
Peringkat Nasional 'A' menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang rendah relatif terhadap emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama.
Faktor Pendorong Peringkat
Peringkat didasari oleh setidaknya 5 faktor. Pertama, dukungan pemegang saham. Peringkat Nasional Jangka Panjang BWSD mencerminkan pandangan Fitch atas kemungkinan dukungan luar biasa dari Bank of India (BOI, BBB-/Stabil/bb), pemegang sahamnya yang berbasis di India dengan kepemilikan 91%, pada saat dibutuhkan.
Baca Juga: Siap Delisting, Saham Bank of India Indonesia Kena Suspend
Kedua, peringkat berbasis pada VR induk. Peringkat BWSD berbasis pada Viability Rating (VR) BOI, karena Fitch memperkirakan dukungan akan berasal dari sumber daya internal grup.
Outlook Positif pada peringkat BWSD mencerminkan potensi kenaikan VR BOI sebagai hasil dari kinerja keuangan yang lebih kuat di tengah operating environment sistem perbankan India yang lebih baik.
Ketiga, kemampuan dukungan yang kuat. Fitch menilai BOI memiliki kemampuan yang kuat untuk mendukung anak perusahaannya di Indonesia pada saat dibutuhkan, mengingat ukuran BWSD yang kecil relatif terhadap grup.
BWSD mencakup sekitar 0,2% dari aset konsolidasi BOI dan 2,3% dari ekuitasnya pada akhir 2025. Penilaian kami atas kemampuan induk untuk memberikan dukungan dapat meningkat apabila profil kredit standalone BOI membaik.
Keempat, kcenderungan dukungan moderat. Pandangan Fitch atas kecenderungan BOI untuk mendukung BWSD mencerminkan kontribusi BWSD yang moderat terhadap induk serta sinergi yang terbatas dengan operasi BOI yang lebih luas.
Hal ini diimbangi oleh tingkat integrasi operasional yang tinggi, sebagaimana terlihat dari penunjukan personel kunci oleh induk dan penggunaan merek yang sama oleh kedua bank. Fitch juga berpendapat bahwa gagal bayar BWSD akan menimbulkan risiko reputasi yang berarti bagi induknya.
Kelima, franchise domestik kecil. BWSD memasuki Indonesia pada 2007, tetapi franchise-nya tetap terbatas, dengan pangsa pasar sekitar 0,1% dari aset industri. Bank ini berfokus pada pemberian kredit kepada sejumlah kecil debitur korporasi dan komersial dalam rentang sektor yang terbatas, sehingga kualitas aset dan laba rentan terhadap volatilitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 7Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 8Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 9KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat
- 10KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji






