Pegadaian Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Layanan Kustodi

AKURAT.CO PT Pegadaian (Persero) memperkuat standar pengelolaan penyimpanan aset emas melalui perolehan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk layanan kustodi (Custody Services).
Sertifikasi tersebut diterbitkan lembaga sertifikasi global QSCert yang terakreditasi International Accreditation Forum (IAF) dan Slovak National Accreditation Service (SNAS) dengan Nomor Sertifikat Q-13543/26. Penyerahan sertifikat dilakukan dalam seremoni di Pegadaian Tower, Jumat (21/8).
Sertifikasi ISO 9001:2015 tersebut mencakup proses layanan kustodi secara menyeluruh, mulai dari penerimaan dan verifikasi aset, pengujian kadar emas, administrasi, penyimpanan di dalam vault, pengamanan fisik dan sistem, hingga proses penyerahan kembali aset kepada pemilik.
Dengan standar tersebut, setiap tahapan dalam pengelolaan aset emas memiliki prosedur dan pengendalian yang harus dijalankan secara konsisten.
Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko kehilangan, kerusakan maupun penyimpangan dalam proses operasional layanan kustodi.
Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan standar layanan penyimpanan emas, khususnya bagi nasabah dan pelaku industri yang membutuhkan fasilitas kustodi.
"Perolehan Sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Layanan Kustodi ini merupakan tonggak sejarah penting bagi Pegadaian dalam memperkuat kepercayaan nasabah dan pelaku industri bullion," kata Selfie.
Menurut dia, penerapan standar manajemen mutu tersebut membuat proses pengelolaan dan penyimpanan emas di fasilitas vault Pegadaian dilakukan dengan prosedur yang terukur dan terkendali.
Baca Juga: Jadi Bukti Daya Saing Digital, PT Pegadaian Sapu Bersih Podium MEWCI 2025
Sebelum memperoleh sertifikasi, Pegadaian harus melalui proses audit independen. Audit tersebut mencakup sejumlah aspek operasional, antara lain penyelarasan standar operasional prosedur (SOP), sistem pengamanan, pemanfaatan teknologi, serta kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Dari sisi layanan, penerapan standar ISO juga mencakup pengendalian proses secara end-to-end. Artinya, pengelolaan aset tidak hanya berfokus pada keamanan ruang penyimpanan, tetapi juga pada tahapan sebelum emas masuk ke vault hingga aset tersebut diserahkan kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 4Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 5ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 6Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor
- 9Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla
- 10Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler








