Purbaya Andalkan Reformasi Digital Perkuat Pendapatan Negara

AKURAT.CO Pemerintah menempatkan reformasi administrasi perpajakan berbasis digital sebagai salah satu strategi utama untuk menjaga kinerja pendapatan negara di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, reformasi perpajakan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga memperbaiki tata kelola dan memperkuat kepatuhan wajib pajak.
Menurut dia, reformasi tersebut dilakukan melalui penyempurnaan sistem administrasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pengawasan berbasis data.
Baca Juga: Pajak Perdagangan dan PNBP Jadi Penopang Pendapatan Negara 2025
"Kementerian Keuangan terus berkomitmen memperkuat tata kelola penerimaan negara melalui reformasi yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/7/2026).
Ia menegaskan, pendapatan negara yang kuat menjadi fondasi penting untuk mendukung pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Selain reformasi perpajakan, pemerintah juga melakukan pembenahan pada tata kelola penerimaan negara melalui penguatan integrasi data antarlembaga, peningkatan kualitas layanan perpajakan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi.
Langkah tersebut ditempuh agar seluruh potensi penerimaan negara dapat dihimpun secara optimal tanpa mengganggu iklim investasi dan aktivitas ekonomi.
Purbaya menjelaskan, sepanjang 2025 pemerintah menghadapi tantangan berupa perlambatan perdagangan global, moderasi harga komoditas, dan meningkatnya fragmentasi ekonomi dunia.
Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Investment Grade RI, Purbaya: Kebijakan Ekonomi Pemerintah Kredibel
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal dengan keberlanjutan dunia usaha.
Selain memperkuat sistem perpajakan, pemerintah juga melanjutkan reformasi PNBP melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan barang milik negara agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi penerimaan negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









