Tax Payer Community: Indonesia Emas 2045 Butuh Basis Pajak yang Kuat

AKURAT.CO Ketua Dewan Pembina Tax Payer Community, Arfan mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap pajak. Menurutnya, pajak tidak semata-mata merupakan kewajiban administratif, melainkan investasi bersama untuk membiayai pembangunan nasional.
Arfan mengatakan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan fondasi penerimaan negara yang kuat dan berkelanjutan. Tanpa dukungan penerimaan pajak, berbagai program pembangunan tidak akan berjalan optimal.
"Pendidikan yang berkualitas membutuhkan anggaran, layanan kesehatan membutuhkan anggaran, pembangunan desa juga membutuhkan anggaran. Semua itu berasal dari kontribusi masyarakat melalui pajak," ujarnya saat menjadi keynote speech di daerah Kalibata, Jakarta, Kamis (15/7/2026).
Baca Juga: Tax Payer Community: Kepercayaan Publik Jadi Penentu Kepatuhan Pajak
Ia menilai masyarakat perlu melihat pajak sebagai bentuk gotong royong modern yang hasilnya dapat dinikmati seluruh warga negara.
Menurut Arfan, setiap pembayaran pajak berkontribusi terhadap pembangunan sekolah, jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, perlindungan sosial, hingga penguatan pertahanan negara.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak lagi memandang pajak sebagai beban, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
Selain itu, Arfan menekankan pentingnya membangun budaya sadar pajak sejak usia muda. Menurutnya, generasi muda perlu dibiasakan memahami bahwa kepatuhan pajak merupakan bagian dari integritas, tanggung jawab sosial, serta partisipasi dalam pembangunan nasional.
Ia juga menilai keberadaan Tax Payer Community diharapkan menjadi ruang dialog antara pemerintah dan wajib pajak, sekaligus meningkatkan literasi perpajakan agar masyarakat tidak hanya memahami cara membayar pajak, tetapi juga memahami alasan mengapa pajak menjadi sumber utama pembiayaan negara.
Baca Juga: Menyongsong Era Baru Pajak Marketplace, BDO di Indonesia Dorong Korporasi Perkuat Langkah Mitigasi
Menurut Arfan, kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi faktor penting untuk membangun budaya kepatuhan sukarela yang pada akhirnya dapat memperkuat penerimaan negara dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







