Rupiah Tembus Rp18.109, Pengamat Soroti Kepastian Hukum Ganggu Investor

AKURAT.CO Pelemahan nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (13/7/2026) tidak hanya dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, tetapi juga diperberat oleh sentimen domestik yang dinilai mengganggu kepercayaan investor.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, memburuknya persepsi terhadap kepastian hukum di Indonesia mulai menjadi faktor yang ikut membebani pergerakan rupiah.
Pada penutupan perdagangan sore, rupiah tercatat melemah 44 poin ke level Rp18.109 per USD dari posisi sebelumnya di Rp18.065 per USD. Bahkan, sepanjang perdagangan rupiah sempat tertekan hingga 85 poin.
Di sisi eksternal, Ibrahim menjelaskan penguatan dolar AS dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan rudal dan drone, sementara Iran mengklaim kembali menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Baca Juga: Kurs Dolar Hari Ini 13 Juli Rupiah Tembus Rp18 Ribu: Cek Kurs BCA, Mandiri dan BNI
Penutupan jalur tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global. Kondisi ini diperkirakan mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi dunia.
"Kenaikan harga energi berpotensi membuat inflasi kembali meningkat sehingga Federal Reserve memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Situasi ini memperkuat posisi dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah," ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (13/7/2026).
Namun, menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari luar negeri. Faktor domestik juga dinilai semakin memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap prospek investasi di Indonesia.
Ibrahim juga menyoroti munculnya dugaan kasus mega korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, serta dinamika yang terjadi di antara aparat penegak hukum.
"Pasar merespons negatif terhadap dugaan mega korupsi yang menyeret mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Konflik di antara aparat penegak hukum berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap perekonomian nasional karena hukum merupakan bagian penting dari lingkungan bisnis," kata Ibrahim.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp18.065, Pasar Soroti Target Pertumbuhan 5,4%
Dirinya menilai lemahnya kepastian hukum dapat menghambat aktivitas ekonomi melalui penurunan efisiensi, investasi, hingga inovasi.
"Negara yang memiliki sistem hukum buruk cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ini bukan hanya teori, tetapi sudah terbukti terjadi di berbagai negara. Karena itu, target pertumbuhan ekonomi 8 persen akan sangat sulit dicapai apabila lingkungan bisnis terus terganggu oleh persoalan hukum," ujarnya.
Menurut Ibrahim, kepastian hukum menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan investor sebelum menanamkan modal di suatu negara. Ketika kepercayaan terhadap sistem hukum menurun, arus investasi berpotensi ikut melambat.
"Dengan kepastian hukum yang melemah ditambah kebijakan yang tidak pro pasar, akan muncul 'vote of no confidence' dari investor. Kondisi ini pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dirinya menambahkan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan investor melalui pembenahan sistem hukum dan tata kelola pemerintahan.
Untuk perdagangan Selasa (14/7/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.150 per USD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat










