Investor Pasar Modal Tembus 28 Juta, ETF Emas Segera Hadir

AKURAT.CO Pasar modal Indonesia selangkah lebih dekat menghadirkan produk Exchange Traded Fund (ETF) Emas setelah PT Pegadaian resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Langkah ini menjadi fondasi penting bagi implementasi Electronic Gold Receipt (EGR) dan ETF Emas yang ditargetkan mulai hadir pada semester II 2026.
Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/6/2026).
Masuknya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI memungkinkan perusahaan mencatatkan EGR secara langsung ke sistem The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST).
EGR merupakan bukti kepemilikan emas digital yang didukung emas fisik dan disimpan oleh Pegadaian sebagai penyelenggara usaha bullion yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kehadiran ETF Emas dinilai menjadi momentum penting bagi pasar modal Indonesia yang terus mengalami pertumbuhan jumlah investor.
Data menunjukkan jumlah investor pasar modal meningkat dari 7,49 juta pada 2021 menjadi 20,35 juta pada akhir 2025. Hingga 8 Juni 2026, jumlah investor kembali naik menjadi 28,19 juta.
Minat terhadap instrumen berbasis emas juga tercermin dari survei internal BEI terhadap 515 investor individu dan 67 investor institusi. Hasil survei menempatkan ETF berbasis emas sebagai produk yang paling menarik untuk segera diterbitkan di pasar modal Indonesia.
Daya tarik ETF Emas turut didukung oleh kinerja emas yang menjadi salah satu aset investasi terbaik sepanjang 2025. Dalam denominasi rupiah, harga emas mencatat pertumbuhan sebesar 56,7% di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat mengatakan, pengembangan EGR dan ETF Emas merupakan bagian dari upaya memperluas pilihan instrumen investasi bagi masyarakat.
Baca Juga: OJK Denda 97 Pelaku Pasar Modal Senilai Rp85,04 Miliar per Mei 2026
"Produk tersebut menggabungkan karakteristik emas yang telah lama dikenal sebagai aset lindung nilai dengan mekanisme perdagangan yang transparan melalui infrastruktur pasar modal," ucapnya.
Selain membuka alternatif investasi baru, lanjut Samsul, ETF Emas diharapkan memperluas basis investor domestik sekaligus meningkatkan kedalaman pasar modal Indonesia yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








