Jumlah Tertanggung Asuransi Jiwa Tembus 118 Juta Orang di Awal 2026

AKURAT.CO Industri asuransi jiwa Indonesia mencatat capaian penting pada kuartal I 2026.
Di tengah tekanan pasar keuangan dan volatilitas investasi global, jumlah masyarakat yang terlindungi asuransi jiwa justru melonjak signifikan hingga mencapai 118,28 juta orang.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan jumlah tertanggung tumbuh 20,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan mencerminkan semakin luasnya jangkauan perlindungan keuangan di Indonesia.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo Karsono mengatakan, pertumbuhan jumlah tertanggung menjadi indikator yang sangat penting bagi industri karena menunjukkan peningkatan akses masyarakat terhadap perlindungan finansial.
Baca Juga: AAJI Literasi Asuransi ke Anak TK Lewat Dongeng Anak
"Salah satu perkembangan yang paling menggembirakan pada kuartal pertama kali ini adalah pertumbuhan jumlah tertanggung. Total masyarakat yang telah terlindungi melalui asuransi jiwa kini mencapai 118,28 juta orang atau tumbuh 20,9 persen secara year on year," kata Albertus dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa kuartal I 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh dua segmen utama. Jumlah tertanggung individu meningkat 2,7% menjadi 22,56 juta orang, sementara tertanggung kumpulan melonjak 26,1% menjadi 95,75 juta orang.
Tidak hanya jumlah peserta yang meningkat, nilai perlindungan yang diberikan industri juga bertambah. Total uang pertanggungan tercatat mencapai Rp6.449 triliun atau naik 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Khusus pada segmen kumpulan, nilai uang pertanggungan tumbuh 13,4% menjadi Rp3.805 triliun. Sementara segmen individu relatif stabil di level Rp2.644 triliun.
AAJI menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan industri dalam memperluas akses proteksi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas perlindungan yang diberikan.
Di sisi bisnis, industri juga mencatat pertumbuhan premi bisnis baru. Premi bisnis baru secara unweighted naik 5% menjadi Rp27,9 triliun, sedangkan secara weighted meningkat 1,5% menjadi Rp10,71 triliun.
"Pertumbuhan premi bisnis baru menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi masih tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi pada awal tahun ini," ujar Albertus.
Tingkat penetrasi dan inklusi asuransi Indonesia masih tergolong rendah dibanding sejumlah negara Asia. Karena itu, peningkatan jumlah tertanggung menjadi sinyal penting bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proteksi finansial mulai mengalami perbaikan.
Meski demikian, tantangan industri masih cukup besar. Total pendapatan industri pada kuartal I 2026 turun 5% menjadi Rp47,63 triliun akibat tekanan hasil investasi yang dipengaruhi kondisi pasar yang berfluktuasi pada awal tahun.
Namun, AAJI menegaskan pelemahan pendapatan tersebut tidak mencerminkan melemahnya fundamental industri. Sebaliknya, indikator utama seperti pertumbuhan investasi, jumlah polis, premi bisnis baru, dan jumlah tertanggung masih menunjukkan tren positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar










