QRIS RI-China Jadi Babak Baru Dedolarisasi

AKURAT.CO Bank Indonesia resmi meluncurkan QRIS lintas negara (cross-border) dengan China membuka jalur pembayaran ritel langsung berbasis kode QR antara kedua negara tanpa melalui dolar AS.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menegaskan interkoneksi ini menjadi tonggak integrasi sistem keuangan bilateral berbasis mata uang lokal. Sistem tersebut memanfaatkan skema Local Currency Settlement (LCS) dengan kuotasi langsung rupiah–yuan.
“Interkoneksi ini menunjukkan kemajuan nyata dalam integrasi keuangan bilateral dan memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara,” ujar Perry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Cara Membuat QRIS untuk Usaha: Panduan Lengkap, Mudah, dan Resmi
Assistant Country Manager Bank of China, Liu Yue dari cabang Jakarta menyatakan kesiapan infrastruktur pembayaran.
“Penggunaan mekanisme transaksi menggunakan mata uang lokal, terutama kuotasi langsung antara rupiah dan yuan, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen,” kata Liu Yue.
Sementara itu Wakil Manajer Umum UnionPay Asia Tenggara, Xie Dari mengatakan, UnionPay International menilai sistem ini mengatasi hambatan lama pembayaran lintas negara. Hal ini membuat pembayaran lintas perbatasan menjadi lebih lancar dan sederhana.
"Di masa lalu, pelaku perjalanan perlu menukar mata uang atau menarik uang tunai, tetapi sekarang mereka dapat langsung memindai kode QR menggunakan platform yang sudah dikenal seperti aplikasi UnionPay Yunshanfu atau aplikasi Alipay,” ujar Xie Dai.
Secara data, Bank Indonesia mencatat transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai 14,39 miliar transaksi pada kuartal I-2026, tumbuh 33,76% secara tahunan (yoy). Adapun transaksi QRIS melonjak 119% yoy, mencerminkan akselerasi adopsi oleh UMKM dan konsumen ritel.
QRIS lintas negara bukan inisiatif baru secara regional. Sebelumnya, Indonesia telah mengimplementasikan konektivitas QR dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura sebagai bagian dari agenda integrasi pembayaran ASEAN.
Namun, kerja sama dengan China memiliki skala berbeda. China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai ratusan miliar dolar AS per tahun.
Integrasi QRIS dengan sistem pembayaran China memperluas ekosistem dari regional ke lintas kekuatan ekonomi global.
Selain itu, implementasi LCS rupiah–yuan merupakan kelanjutan kebijakan dedolarisasi terbatas yang mulai diperkenalkan BI sejak 2020 untuk mengurangi eksposur terhadap volatilitas dolar AS.
Bank Indonesia membuka peluang perluasan kerja sama QRIS lintas negara ke lebih banyak mitra strategis. Integrasi ini diproyeksikan menjadi fondasi sistem pembayaran regional yang lebih efisien, inklusif, dan berbasis mata uang lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








