Allianz Dorong 25 UMKM Masuk Akselerasi EMPOWERED+ 2026

AKURAT.CO Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP) resmi mendorong 25 UMKM terpilih masuk fase akselerasi bisnis pada 2026 lewat program EMPOWERED+.
Program ini menjadi lanjutan pembinaan terhadap total 450 pelaku usaha yang sebelumnya mengikuti fase pembelajaran dan pendampingan intensif.
Program EMPOWERED+ merupakan bagian dari pilar pemberdayaan ekonomi Allianz Indonesia yang difokuskan pada penguatan kapasitas bisnis UMKM, termasuk usaha yang melibatkan penyandang disabilitas.
Baca Juga: Bidik Kelas Menengah, Allianz-Maybank Rilis Produk Wakaf
Dari total 450 peserta, sebanyak 25 UMKM lolos seleksi untuk melanjutkan ke tahap akselerasi dengan dukungan pendanaan awal (seed funding) dan implementasi rencana ekspansi bisnis (scale-up plan).
Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, menegaskan program ini dirancang tidak sekadar pelatihan, melainkan pendampingan berkelanjutan.
“EMPOWERED+ kami rancang bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai proses pendampingan yang membangun kesiapan UMKM untuk terus bertumbuh secara bertahap dan berkelanjutan. Kami percaya UMKM memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi, dan melalui program ini kami ingin memperluas akses penguatan kapasitas yang relevan, termasuk bagi UMKM inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Selama fase pembelajaran, peserta mengikuti masterclass terstruktur, mentoring intensif, serta menyusun scale-up plan sebagai peta jalan pertumbuhan usaha. Seluruh proses didukung Learning Management System (LMS) untuk memastikan monitoring dan evaluasi berjalan sistematis.
Direktur lingkaran, Wendy Pratama, menyebut kolaborasi ini menitikberatkan pada implementasi nyata strategi bisnis.
Baca Juga: Tips Mudik Aman 2026 dari Allianz: Cara Nyaman Hindari Risiko Perjalanan Jarak Jauh
“Kolaborasi ini berangkat dari keyakinan bahwa UMKM dapat bertumbuh lebih cepat jika mendapat akses pengetahuan yang tepat, pendampingan yang dekat, dan alat ukur yang jelas. Bersama Allianz Indonesia dan Yayasan Allianz Peduli, kami mendorong peserta menerjemahkan strategi menjadi langkah nyata melalui scale-up plan dan pendampingan implementasi,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Namun, tantangan utama UMKM masih berkutat pada akses pembiayaan, kapasitas manajerial, serta adopsi digital.
Program seperti EMPOWERED+ muncul di tengah kebutuhan peningkatan kualitas UMKM, bukan sekadar kuantitas. Pendekatan berbasis scale-up plan dan pengukuran dampak dinilai menjadi diferensiasi dibanding program CSR konvensional yang umumnya berhenti pada pelatihan dasar.
Secara historis, model inkubasi dan akselerasi UMKM mulai banyak diadopsi pascapandemi COVID-19, seiring dorongan transformasi digital dan ketahanan ekonomi berbasis sektor riil.
Masuknya 25 UMKM ke fase akselerasi berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect), terutama dalam peningkatan kapasitas produksi, perluasan pasar, serta penciptaan lapangan kerja baru di tingkat lokal.
Lima UMKM yang menjadi representasi program mencakup sektor manufaktur kreatif, agroindustri, pangan lokal, kerajinan, hingga ekonomi sirkular. Model bisnis yang dikembangkan juga menekankan aspek keberlanjutan, seperti zero waste dan pemberdayaan komunitas.
Dari sisi industri, pendekatan berbasis inklusivitas termasuk pelibatan penyandang disabilitas menjadi sinyal pergeseran arah program CSR ke arah impact investing, yang tidak hanya berorientasi sosial tetapi juga hasil ekonomi terukur.
Memasuki 2026, Allianz Indonesia akan memfokuskan EMPOWERED+ pada tahap implementasi scale-up plan, monitoring berkala, serta evaluasi dampak bisnis dan sosial.
“Komitmen kami tidak berhenti pada fase pembelajaran. Tahun 2026 menjadi fase penting untuk mengawal eksekusi, menjaga disiplin implementasi, dan mengukur dampak secara lebih terstruktur. Kami percaya UMKM yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan akan berkontribusi pada ketahanan ekonomi yang lebih luas,” tutup Ni Made Daryanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 5Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 8Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK










