Investor Tembus 12 Juta, OJK Perkuat Pasar lewat PINTAR Reksa Dana

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada Senin (27/4/2026) di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
Program ini ditujukan untuk memperluas basis investor ritel sekaligus memperdalam pasar modal Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyatakan, program ini merupakan bagian dari reformasi struktural pasar modal nasional.
Baca Juga: IHSG Naik 22 Persen, Investor Reksa Dana Pilih Instrumen Aman
“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” kata Friderica dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Program PINTAR Reksa Dana diluncurkan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
OJK mencatat, hingga awal 2026 jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 12 juta Single Investor Identification (SID), dengan lebih dari 80% berasal dari investor ritel domestik. Namun, penetrasi terhadap total populasi masih tergolong rendah, di bawah 5%.
Dalam implementasinya, program ini melibatkan 30 Manajer Investasi dan 26 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).
Purbaya menegaskan penguatan tata kelola menjadi kunci peningkatan kepercayaan investor.
“Sekarang pengawasan di pasar modal sudah diperbaiki. Investasi Anda di pasar modal dijamin keamanannya,” ujarnya.
Peluncuran PINTAR Reksa Dana dilakukan di tengah upaya pemerintah mempercepat inklusi keuangan nasional.
Berdasarkan Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai sekitar 85% pada 2024, namun literasi investasi pasar modal masih tertinggal.
Baca Juga: AUM Reksa Dana Tumbuh 3 Persen di Tengah Pelemahan IHSG, Investor Maksimalkan Momentum Koreksi Pasar
Secara historis, pasar modal Indonesia masih didominasi investor institusi. Program inklusi ritel mulai digencarkan sejak pandemi COVID-19, ketika jumlah investor melonjak signifikan didorong digitalisasi platform investasi.
Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan partisipasi investor, terutama generasi muda, agar tidak bersifat spekulatif.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi menyebut, pendalaman pasar tidak hanya soal jumlah investor.
“Pendalaman pasar tidak hanya diukur dengan peningkatan angka jumlah investor, akan tetapi juga upaya memperkuat kualitas ekosistem pasar,” kata Hasan.
Program PINTAR Reksa Dana dirancang untuk mendorong kebiasaan investasi rutin melalui skema berkala, yang dinilai lebih sesuai bagi investor pemula dengan profil risiko moderat.
Di sisi lain, pemerintah melihat program ini sebagai instrumen untuk memperluas sumber pembiayaan domestik di tengah ketidakpastian global.
Airlangga Hartarto menyatakan inklusi pasar modal menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi.
“Pasar modal diharapkan dapat lebih inklusif dan tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.
Peluncuran PINTAR Reksa Dana juga bertepatan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 yang berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei. Program edukasi ini telah menjangkau 250 jurnalis dan 2.500 mahasiswa di enam kota.
OJK juga menargetkan program ini menjadi kampanye nasional berkelanjutan untuk membangun budaya investasi jangka panjang.
Ketua APRDI Lolita Liliana menekankan pentingnya inovasi produk agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat menggerakkan masyarakat agar mulai berinvestasi rutin dan terencana,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK










