Emas Terkoreksi Tajam, Investor Global Beralih ke Dolar

AKURAT.CO Harga emas dunia ditutup melemah tajam pada akhir pekan, Sabtu (22/3/2026), seiring pergeseran sentimen investor global yang beralih ke aset dolar Amerika Serikat (AS).
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menyebutkan, harga emas dunia ditutup di level USD4.497,37 per troy ounce. Penurunan ini turut menyeret harga logam mulia di dalam negeri ke Rp2.893.000 per gram.
“Penurunan emas ini terjadi karena investor mulai beralih ke dolar AS yang saat ini menunjukkan penguatan signifikan,” ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok, Dolar AS Menguat Tajam
Secara teknikal, Ibrahim memproyeksikan tren koreksi masih berlanjut pada awal pekan depan. Level support pertama berada di USD4.423,06 per troy ounce dan support kedua di kisaran USD4.319. Jika tekanan berlanjut, harga emas domestik diperkirakan bisa turun hingga Rp2.800.000 per gram.
Di saat yang sama, indeks dolar AS diproyeksikan menguat menuju level 101,20 dari posisi support di 98,73. Penguatan ini menjadi faktor utama pelemahan emas, mengingat keduanya memiliki korelasi terbalik ketika dolar menguat, emas cenderung tertekan.
Selain faktor dolar, lonjakan harga energi global turut memperkuat tekanan terhadap emas. Harga crude oil diperkirakan bergerak dalam rentang 93,300 hingga 107,100, sementara Brent crude oil berpotensi naik ke kisaran 110 hingga 116.
Kenaikan harga Brent dinilai lebih dominan akibat gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, khususnya Iran dan Irak yang merupakan produsen utama minyak dunia. Kondisi ini memperketat pasokan energi global di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Baca Juga: Purbaya: Rupiah Rp16.800 per Dolar AS Masih Terkendali
Secara historis, emas dikenal sebagai aset safe haven yang menguat saat ketidakpastian global meningkat. Namun, dalam beberapa periode, penguatan dolar AS dapat membalikkan pola tersebut.
Data pasar global menunjukkan, indeks dolar AS (DXY) yang mendekati level psikologis 100–101 sering kali menjadi titik tekanan bagi harga emas. Fenomena ini juga pernah terjadi pada periode 2022–2023 saat kebijakan suku bunga tinggi The Fed mendorong penguatan dolar dan menekan logam mulia.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah biasanya berkorelasi dengan peningkatan inflasi global. Dalam kondisi normal, hal ini bisa mendorong permintaan emas sebagai lindung nilai. Namun saat ini, dominasi dolar sebagai aset likuid justru lebih menarik bagi investor jangka pendek.
Koreksi harga emas berdampak langsung pada investor ritel di dalam negeri, terutama yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai. Penurunan harga membuka peluang akumulasi, namun juga meningkatkan risiko kerugian jangka pendek.
Di sektor riil, lonjakan harga minyak berpotensi menekan biaya operasional, khususnya industri transportasi dan penerbangan akibat kenaikan harga avtur. Dampak lanjutannya adalah potensi kenaikan harga tiket dan tekanan inflasi.
Kombinasi dolar yang menguat dan energi yang mahal juga dapat memicu volatilitas pasar keuangan global, termasuk pasar saham dan obligasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK










