Akurat

ULN November 2025 Turun ke USD423,8 Miliar, Rasio Utang ke PDB Kian Sehat

Hefriday | 15 Januari 2026, 19:58 WIB
ULN November 2025 Turun ke USD423,8 Miliar, Rasio Utang ke PDB Kian Sehat

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 mengalami penurunan dan mencerminkan kondisi yang semakin terkendali.

Total ULN Indonesia tercatat sebesar USD423,8 miliar, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sekaligus diikuti penurunan rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 29,3%.

Penurunan ini menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, terutama bagi investor dan pelaku pasar yang memantau stabilitas ekonomi Indonesia, kesehatan fiskal, serta arah kebijakan moneter dan pembiayaan pemerintah. 
 
BI menegaskan bahwa struktur ULN nasional tetap sehat karena didominasi utang jangka panjang dan dikelola dengan prinsip kehati-hatian, sehingga tetap mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

ULN Indonesia November 2025 Turun Tipis

Berdasarkan data BI, posisi ULN Indonesia pada November 2025 turun dari USD424,9 miliar pada Oktober 2025 menjadi USD423,8 miliar. Sejalan dengan itu, rasio ULN terhadap PDB juga menurun dari 29,4% menjadi 29,3%, menandakan beban utang yang relatif lebih terkendali dibandingkan kapasitas ekonomi nasional.
 

Struktur ULN Didominasi Utang Jangka Panjang

BI mencatat struktur ULN Indonesia masih didominasi utang jangka panjang dengan porsi mencapai 86,1% dari total ULN. Komposisi ini dinilai lebih aman karena meminimalkan risiko pembiayaan ulang (refinancing risk) dalam jangka pendek.
 
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa pengelolaan ULN tetap berada dalam koridor yang sehat dan terukur.

“Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” ujar Ramdan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Koordinasi BI dan Pemerintah Jaga Stabilitas ULN

Untuk menjaga struktur ULN tetap sehat, BI bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri. ULN juga akan terus dioptimalkan sebagai sumber pembiayaan pembangunan, namun dengan tetap meminimalkan berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Pertumbuhan ULN Melambat Secara Tahunan

Secara tahunan, ULN Indonesia pada November 2025 tumbuh 0,2% (year on year/yoy), melambat dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 0,55 (yoy). Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik, baik dari pemerintah maupun lembaga terkait.

ULN Pemerintah Turun, Tetap Fokus Program Prioritas

Posisi ULN pemerintah pada November 2025 tercatat sebesar USD209,8 miliar, turun dari USD210,5 miliar pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah melambat dari 4,7% (yoy) pada Oktober menjadi 3,3% (yoy) pada November 2025. 
 
Menurut BI, kondisi ini dipengaruhi oleh pergerakan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Sebagai instrumen pembiayaan APBN, ULN pemerintah tetap dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel, dengan fokus pada pembiayaan program prioritas serta menjaga keberlanjutan fiskal.

Sektor Pemanfaatan ULN Pemerintah

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah digunakan antara lain untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial 22,2%, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial 19,7%, jasa pendidikan 16,4%, konstruksi 11,7%, transportasi dan pergudangan 8,6%.
 
Hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang, dengan pangsa mencapai 99,99%.

ULN Swasta Ikut Menurun

Di sisi lain, posisi ULN swasta juga mengalami penurunan dari USD191,7 miliar pada Oktober 2025 menjadi USD191,2 miliar pada November 2025. Secara tahunan, ULN swasta mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 1,3% (yoy), membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi 1,5% (yoy).

Sektor Penyumbang ULN Swasta Terbesar

ULN swasta terbesar berasal dari sektor, yaitu industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang 80,55% dari total ULN swasta.

Sinyal Positif bagi Stabilitas Ekonomi

Penurunan ULN Indonesia pada November 2025, disertai rasio utang terhadap PDB yang semakin rendah, menjadi sinyal positif bagi ketahanan ekonomi nasional.
 
Dengan dominasi utang jangka panjang serta koordinasi kuat antara BI dan pemerintah, pengelolaan ULN dinilai tetap berada di jalur aman untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bagi investor dan pelaku pasar, kondisi ini memperkuat optimisme terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa