Akurat Logo

Himpun 129 Ton Emas, Pegadaian Catatkan Sejarah

Hefriday | 12 November 2025, 16:17 WIB
Himpun 129 Ton Emas, Pegadaian Catatkan Sejarah

AKURAT.CO PT Pegadaian (Persero) mencatat capaian signifikan dalam bisnis logam mulia. Hingga 31 Oktober 2025, total emas yang berhasil dihimpun perusahaan mencapai 129 ton, mencakup seluruh layanan emas, termasuk bullion bank yang resmi beroperasi sejak akhir Februari 2025.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyebutkan bahwa peluncuran Bank Emas atau bullion bank menjadi momentum penting yang mendorong meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi dalam logam mulia.

"Sejak Bank Emas diluncurkan, animo masyarakat meningkat pesat. Apalagi saat itu harga emas sedang dalam tren positif," ujar Damar dalam acara Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).

Damar menjelaskan, dari total himpunan 129 ton, layanan-layanan baru berbasis bullion bank memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis emas Pegadaian.

Baca Juga: BUMN Kolaborasi Perkuat Ekosistem Bisnis Emas Nasional

Deposito emas tercatat mencapai 1,86 ton dengan nilai sekitar Rp4,14 triliun. Layanan pinjaman modal kerja berbasis emas menyalurkan 370 kilogram atau senilai Rp628 miliar.

Perdagangan emas fisik (trading) mencapai 7,68 ton, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,14 triliun. Titip emas korporasi (corporate gold custody) menghimpun 3,1 ton, senilai Rp6,88 triliun. Tabungan emas Pegadaian tumbuh hingga 15,75 ton, dengan nilai mencapai Rp35,04 triliun. Cicil emas menyumbang 8,8 ton, atau sekitar Rp13 triliun.

Jika digabungkan, total operasional bullion bank Pegadaian telah mengelola 28,76 ton emas dengan nilai mencapai Rp60,83 triliun per akhir Oktober 2025. Meski berbagai layanan baru mencatatkan pertumbuhan signifikan, bisnis utama Pegadaian tetap berasal dari layanan gadai emas.

Hingga Oktober 2025, total emas yang dikelola dari produk gadai mencapai 92 ton, menjadikannya penyumbang terbesar dalam portofolio perusahaan. Pencapaian ini menegaskan peran Pegadaian sebagai lembaga keuangan nonbank yang mampu menjaga keseimbangan antara fungsi sosial dan bisnis, sekaligus memperkuat inklusi keuangan masyarakat.

Kinerja positif tersebut tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan publik terhadap investasi emas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga emas yang terus menunjukkan tren kenaikan sejak awal 2025 menjadi salah satu faktor pendorong.

Selain itu, kehadiran bullion bank memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas dengan berbagai skema, mulai dari tabungan, deposito, hingga cicilan. “Bullion bank bukan hanya wadah menyimpan emas, tetapi instrumen untuk memperkuat literasi dan partisipasi masyarakat dalam ekonomi berbasis aset riil,” jelas Damar.

Pegadaian berkomitmen untuk terus memperkuat layanan digital dalam pengelolaan emas. Melalui aplikasi Pegadaian Digital dan integrasi sistem antar-BUMN, perusahaan menargetkan pembentukan ekosistem emas nasional yang terhubung dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, perdagangan, hingga penyimpanan berbasis teknologi.

Langkah ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah agar industri logam mulia dapat menjadi bagian dari strategi hilirisasi nasional serta memperkuat cadangan devisa berbasis emas.

“Ke depannya, Pegadaian ingin menjadi pusat transaksi dan penyimpanan emas terbesar di Indonesia yang mampu memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” tukas Damar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa