Akurat

Cara Mengelola Risiko Keuangan di Tengah Krisis Ekonomi

Eko Krisyanto | 24 September 2025, 12:39 WIB
Cara Mengelola Risiko Keuangan di Tengah Krisis Ekonomi

AKURAT.CO Ketika krisis ekonomi terjadi, banyak individu maupun keluarga menghadapi tantangan dalam mengatur keuangan agar tetap stabil.

Strategi pengelolaan risiko keuangan menjadi penting agar tidak terjebak pada kondisi yang semakin sulit. 

Mengutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perencanaan keuangan yang baik dapat membantu masyarakat menghadapi ketidakpastian ekonomi serta mengurangi potensi kerugian jangka panjang.

Langkah-langkah pengelolaan risiko tidak hanya soal penghematan, tetapi juga mencakup bagaimana cara mengatur arus kas, mengelola utang, hingga menyiapkan dana darurat.

Penerapan kebiasaan finansial yang sehat bisa membuat seseorang lebih siap menghadapi dampak ekonomi yang tidak menentu.

Baca Juga: 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Usaha Kecil

Menyusun Prioritas Keuangan

Mengutip dari Bank Indonesia, salah satu cara menjaga stabilitas keuangan adalah dengan menentukan prioritas kebutuhan. Pengeluaran pokok seperti kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan kesehatan sebaiknya ditempatkan di urutan pertama. 

Sementara itu, pengeluaran non-esensial perlu ditekan untuk mengurangi tekanan pada kondisi keuangan rumah tangga.

Pentingnya Dana Darurat

Keberadaan dana darurat sangat membantu ketika terjadi krisis. Dana ini bisa menjadi penopang sementara saat penghasilan menurun atau biaya tak terduga muncul. 

Besaran ideal dana darurat biasanya disarankan setara 3 hingga 6 bulan pengeluaran rutin, sehingga cukup memberi ruang aman dalam menghadapi kondisi sulit.

Baca Juga: Milenial Waspada, Jangan Salah Kelola Utang!

Mengelola Utang Secara Bijak

Utang dapat menjadi beban berat saat kondisi ekonomi tidak stabil.

Mengutip dari Kementerian Keuangan RI, masyarakat disarankan untuk mengelola utang dengan bijak, misalnya dengan memprioritaskan pembayaran utang yang memiliki bunga tinggi terlebih dahulu. 

Langkah ini membantu mengurangi risiko gagal bayar serta mencegah penumpukan kewajiban finansial.

Dengan menerapkan strategi pengelolaan risiko keuangan yang tepat, masyarakat bisa lebih siap menghadapi situasi krisis. 

Perencanaan yang baik bukan hanya melindungi kondisi saat ini, tetapi juga menjadi pondasi penting untuk stabilitas keuangan jangka panjang.

Nora Niswatun Choirina (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R