Akurat Logo

Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 8 Persen

Hefriday | 11 September 2025, 17:30 WIB
Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 8 Persen

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tekad pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam beberapa tahun mendatang.

Dirinya menilai target ambisius ini bukan sekadar mimpi, melainkan syarat mutlak agar Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju.

Menurut Purbaya, pengalaman sejarah menunjukkan pola yang sama di negara-negara yang berhasil. Jepang, Korea Selatan, dan China mampu mencatat pertumbuhan ekonomi dua digit dalam periode panjang sebelum akhirnya menjadi kekuatan global.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Harus Hati-hati Bicara di Depan Publik

“Kalau kita hanya tumbuh 5 persen, maka kita akan selamanya terjebak di middle income trap,” ujarnya dalam diskusi Transformasi Ekonomi Nasional Pertumbuhan Inklusif Menuju 8% di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Middle income trap atau jebakan pendapatan menengah adalah kondisi ketika sebuah negara gagal meningkatkan pendapatan per kapita karena pertumbuhan ekonominya stagnan.

Purbaya menyoroti kondisi pasca-krisis 1998 yang membuat Indonesia kesulitan keluar dari angka pertumbuhan 5%. Padahal sebelum krisis, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,5%.

Kunci pertumbuhan tinggi, menurutnya, ada pada pengelolaan permintaan domestik yang kuat. Saat ini, konsumsi dan investasi menyumbang hampir 90% perekonomian Indonesia.

Namun, kebijakan yang tidak konsisten sering kali justru menghambat potensi tersebut.

Baca Juga: IHSG Sesi I Naik 0,8 Persen, Pasar Respons Positif Komentar Menkeu Purbaya

Selain itu, ia menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya didorong oleh pemerintah atau swasta saja. Keduanya harus bergerak seiring agar mesin ekonomi berjalan optimal.

Dalam jangka pendek, Purbaya berencana mempercepat belanja negara agar efek pembangunan segera dirasakan. Ia bahkan menyiapkan tim khusus di Kementerian Keuangan untuk memantau serapan anggaran kementerian dan lembaga.

Dirinya juga membuka kemungkinan pelonggaran transfer ke daerah guna menjaga stabilitas sosial politik. Menurutnya, pembangunan yang merata akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Optimisme ini dilandasi keyakinan bahwa Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan gejolak global.

“Nasib kita ada di tangan kita sendiri,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi