Investor Pasar Modal Tembus 17,6 Juta, Didominasi Kelompok Usia di Bawah 30 Tahun
Hefriday | 11 Agustus 2025, 18:21 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai 17,6 juta per 8 Agustus 2025, berdasarkan data Single Investor Identification (SID).
Menariknya, lebih dari setengahnya, yakni 54,25%, berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.
Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK, I. B. Aditya Jayaantara, menyebut tren ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal nasional.
“Berdasarkan demografinya, kebanyakan atau 54,25 persen berasal dari usia di bawah 30 tahun,” ujarnya dalam konferensi pers HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/8/2025).
Jumlah investor pasar modal tersebut meningkat 18,15% secara year to date (ytd) dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang tercatat 14,87 juta SID.
Pertumbuhan signifikan ini menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk berinvestasi di instrumen pasar modal.
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, menilai dominasi generasi muda menjadi modal penting bagi keberlanjutan dan kemajuan pasar modal di masa depan.
“Perkembangan ini menunjukkan optimisme bahwa capital market akan semakin maju,” katanya.
Dalam lima tahun terakhir, pasar modal Indonesia mencatat lonjakan jumlah investor yang impresif. Berdasarkan data KSEI, jumlah SID per 8 Agustus 2025 tumbuh 134,6% dibandingkan 2021 yang sebanyak 7,49 juta.
Samsul menilai, kemajuan ini tidak lepas dari penguatan infrastruktur pasar modal dan perkembangan ekonomi nasional.
Jika digabungkan dengan SID non-pasar modal, total SID secara keseluruhan mencapai 22,4 juta, tumbuh 14% secara ytd.
Persebaran investor domestik kini juga semakin merata di seluruh wilayah Indonesia, meski Pulau Jawa masih menjadi yang terbesar dengan 70,50%. Disusul Sumatra 14,92%, Sulawesi 5,09%, Kalimantan 4,76%, Bali-NTB-NTT 3,50%, dan Maluku-Papua 1,23%.
Dari sisi nilai, komposisi aset di KSEI masih didominasi kepemilikan institusi sebesar 79,04%, sedangkan investor individu memegang 20,96%. Sementara itu, aset yang dimiliki investor lokal tercatat 62,19% dan investor asing 37,81%.
Hingga 8 Agustus 2025, nilai aset tersimpan di C-BEST mencapai Rp8.927 triliun dan asset under management di S-INVEST sebesar Rp836,87 triliun.
Pasar modal Indonesia juga menorehkan capaian baru pada tahun ini dengan kapitalisasi pasar saham tertinggi dalam sejarah, yakni Rp13.701 triliun per 29 Juli 2025.
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat Rp13,56 triliun, dengan volume transaksi 22 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian 1,29 juta kali.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8 Agustus 2025 menguat 6,41% secara ytd ke level 7.533,385, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.434 triliun.
Sebagian besar indikator perdagangan menunjukkan tren kenaikan yang berkelanjutan, membuka peluang pertumbuhan lebih lanjut.
Dengan capaian ini, pasar modal Indonesia berada di peringkat ke-17 dunia dalam hal kapitalisasi pasar, serta menempati posisi ke-2 di ASEAN dari segi jumlah perusahaan tercatat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









