AKURAT.CO Investor asing kembali melanjutkan aksi jual bersih (net sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (5/6/2025). Aksi ini memperpanjang tren pelepasan saham yang telah berlangsung sejak awal tahun, dengan nilai net sell harian tercatat mencapai Rp720,6 miliar.
Data dari BEI menunjukkan bahwa sejak awal tahun hingga saat ini, total net sell asing telah menembus angka Rp49,8 triliun. Angka ini menandakan tekanan jual yang cukup besar dari investor luar negeri terhadap pasar saham domestik, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penguatan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing, dengan nilai jual bersih mencapai Rp252,6 miliar di pasar reguler. Selain BBCA, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga masuk daftar jual, dengan net sell sebesar Rp150,1 miliar.
Baca Juga: Dana Asing Rp4,15 Triliun Banjiri RI dalam Sepekan
Dari sisi lain, terdapat sejumlah saham yang menjadi incaran beli asing. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan nilai net buy terbesar sebesar Rp203,7 miliar. Selain itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga masuk dalam daftar beli, masing-masing senilai Rp115,8 miliar dan Rp100,6 miliar.
Menariknya, IHSG pada hari yang sama justru ditutup menguat sebesar 44,38 poin atau naik 0,63% ke level 7.113,4. Hal ini menunjukkan bahwa pasar domestik tetap menunjukkan optimisme di tengah tekanan jual asing.
Berdasarkan data RTI, total nilai transaksi perdagangan saham hari ini mencapai Rp16,23 triliun. Dari total tersebut, terdapat 279 saham yang mengalami kenaikan harga, 332 saham turun, dan 197 saham stagnan.
Sektor-sektor yang menjadi penopang kenaikan IHSG antara lain sektor barang baku yang melonjak hingga 1,4%, disusul oleh sektor barang konsumsi non-primer dan energi masing-masing 0,5%. Sektor teknologi dan properti juga mencatat penguatan meski lebih tipis, masing-masing 0,2% dan 0,1%.
Sebaliknya, beberapa sektor mengalami pelemahan. Sektor kesehatan tercatat melemah paling dalam yakni 1,8%, disusul barang konsumsi primer sebesar 0,4%, infrastruktur 0,1%, dan sektor keuangan yang melemah tipis 0,01%.
Di tengah pergerakan pasar yang dinamis, sejumlah saham mencatatkan cuan maksimal dan masuk dalam daftar top gainers. Di antaranya adalah saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) yang melonjak 24,6% menjadi Rp486, dan PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) yang melejit 21,7% menjadi Rp2.800.
Saham-saham lainnya seperti PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mencetak penguatan signifikan, masing-masing naik 20%, 19,9%, dan 17%.
Namun, tidak semua saham bernasib baik. Beberapa justru mengalami penurunan tajam hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB).
Saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) turun 14,6%, PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) turun 14,5%, serta saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) dan PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) yang masing-masing anjlok 14,4% dan 13,3%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini










